Jebakan Istri Kontrak: Sang Pewaris Yang Terlupakan
Kata-kata berikutnya yang keluar bukan lagi dari naskah, melainkan dari hatinya.
"Ibu saya selalu berkata," lanjutnya, suaranya sedikit bergetar dengan emosi yang tulus, "bahwa hidup akan selalu melemparkan badai ke arah kita. Kita tidak bisa menghentikan angin atau menahan petir. Tapi kita selalu punya pilihan." Matanya kini menyapu para hadirin. "Pilihan untuk lari dan bersembunyi, atau berdiri tegak di tengahnya, menatapnya lurus-lurus, dan membiarkan angin itu justru membuat kita lebih kuat. Gadis di lukisan ini, bagi saya, adalah pengingat akan kekuatan pilihan itu. Kekuatan untuk bertahan."