Dari Budak Menjadi Bencana
"Di Taman Primordial ini, tersimpan pengetahuan leluhur kami—cara untuk tidak hanya mempertahankan, tetapi juga memperkuat realitas. Senjata yang tidak melawan dengan kekerasan, tapi dengan penegasan eksistensi."
Dia memandu kami menuju kota dari cahaya dan bayangan. Sepanjang jalan, kami menyaksikan keajaiban. Kami melihat "pohon" yang tumbuh dari kristal mimpi, dan danau yang airnya adalah cairan waktu murni. Semuanya adalah warisan dari era sebelum pemisahan, era di mana segala kemungkinan masih terbuka lebar.
Di pusat kota, terdapat sebuah bangunan yang tidak memiliki atap, terbuka ke langit mutiara. Di dalamnya, terbaring di atas alas yang sederhana, adalah sebuah artefak.