IZINKAN AKU MENDUA
“Bun, keadaan berubah setelah aku merasakan beratnya tugas di pedalaman. Aku harus loyal pada kesatuanku sedangkan hatiku kadang memberontak terisi kerinduan pada keluargaku. Kurasa ini adalaha jalan keluar bagi kita, Bun. Aku akan membantu Dewi mengurus usaha peninggalan ayahnya yang juga atasanku dulu, dan kehidupan kita pun akan lebih baik. Aku akan lebih sering pulang ke rumah dibanding dulu, Bun. Dewi pun sangat membutuhkan kehadiranku dalam hidupnya. Kurasa kita bisa hidup dengan bahagia, Bun. Toh, Bunda dan Dewi tidak tinggal di kota yang sama.”
“Berhenti menyebut namanya di hadapanku, Bang! Kamu benar-benar keterlaluan! Bisa-bisanya menawarkan hal seperti itu padaku. Kurang setia apa
Bab Populer