Brondongku Psikopat
"Bram, dengar aku baik-baik. Jika ini soal Mega Nusantara, pergerakanmu ke Jakarta sekarang akan sia-sia. Kau tidak akan bisa menyentuh hukum di sana dengan cara biasa."
"Apa maksudmu, Prof?"
"Aditama hanyalah pion kecil yang hampir mati. Kau harus tahu, Mega Nusantara itu adalah salah satu anak perusahaan dari Anindya Karya," jelas Profesor Reinhardt. "Ya, Anindya Karya. Kontraktor terbesar di Indonesia. Raksasa yang menguasai hajat hidup infrastruktur di sana."
Jantung Bram mencelos. Skalanya jauh lebih besar dari yang dia perkirakan.