Setiap Momen adalah Kamu
---
“Mengapa aku merasakan kesepian yang begitu berat malam ini? Kebenaran selalu melegakan, namun aku tidak bisa terus pura-pura memaksakan diriku kuat. Aku benar-benar sendiri dan sangat kesepian, ya Allah. Aku ingin menangis, tapi aku tak tahu lagi bagaimana caranya.”
Matanya berkaca-kaca. Dia merasakan sesak yang begitu dalam.
Saat malam tiba, dia menemukan semua kebenaran, pedih, yang berputar ulang, berulang. Indah menatap langit yang begitu pekat malam ini. Pekat, segelap hatinya, yang kian sulit menemukan cahaya.
Hot Chapters