Sang Raja Bisnis Abimanyu!
“Panji, Panji, kamu sudah gila atau bagaimana? Kalau tidak salah, ini sudah perusahaan ketujuh belas yang kamu datangi, bukan? Dari wilayah utara, timur, sampai sekarang ke selatan Indonesia. Tahukah kamu bahwa kamu sudah menjadi momok di industri ini? Apakah kamu tidak tahu mengapa kamu dipecat? Bukankah itu karena kamu terlalu terobsesi mengembangkan krim penghilang bekas luka itu?”
Sambil berbicara, Pak Harlan menatap Panji Junaedi dengan geli.
“Saya benar-benar tidak mengerti. Sayang sekali kamu bukan pelukis abstrak dengan imajinasi seliar itu. Kalau memang ada produk yang bisa menghilangkan bekas luka dan noda, bukankah merek-merek besar luar negeri sudah mengembangkannya lebih dulu? D
Hot Chapters