Mafia Insyaf
Lalu menjawab, “Om gak mulai ini buat menang. Om mulai karena gua tahu... gak ada yang bakal berani nyentuh mereka kalau gak ada orang pertama yang bilang ‘cukup’.”
Rina tersenyum kecil. “Kalau gitu, aku orang kedua.”
Anton menoleh, menatap Rina lama. Lalu berkata pelan, “Dan jangan pernah jadi yang terakhir.”
---
Di tempat lain, jauh dari mata publik, ruangan dengan pencahayaan redup menampilkan layar besar yang menayangkan pergerakan Anton dan timnya.
Di kursi tengah, duduk sosok dengan jas putih dan sarung tangan hitam. Tak ada nama. Tak ada wajah di internet. Tapi orang-orang memanggilnya satu hal: Bayangan Keempat.