Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kehidupan Kedua: Nona Ingin Menuntut Balas!

Kehidupan Kedua: Nona Ingin Menuntut Balas!

Selir Endah datang dua kali, namun setiap kali ia tiba, pelayan-pelayan Dila selalu menjawab hal yang sama, Nona sedang beristirahat, Nyonya. Malam demi malam berlalu. Dari kamarnya yang gelap, Dila hanya duduk di depan jendela, menatap salju yang turun tanpa henti. Ia menulis puisi, tapi tinta di kuasnya tak lagi seindah dulu—kata-kata itu penuh luka. “Jika cinta adalah dosa, maka biarlah salju menjadi saksi, bahwa aku pernah menyalakan api kecil di bawah langit dingin ini.”
9.857.3K viewsCompletedAdded to Library 1.8K Times as puisi dilan perpisahan
Show Reviews (18)
Read
+Library
nanadvelyns
Halo, semua. Terima kasih Banyak yang sudah mendukung cerita Dalia sampai tamat! Penulis mau ngabarin kalau sekarang sudah ada cerita kolosal terbaru, loh! Judulnya 'Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa'. CUSSS KEPOINN!!(˵͡~͜ʖ͡°˵)ノ⌒♡*:・。.
Lily Dutch
wanita wanita harem ini bikin pusing deh, bisa gak sih mereka idgaf aj. untung dalia sama adipati bukan kaisar, tp aku jujur pengen adipati jadi kaisar juga sih tapi aku gamau klo adipati punya banyak selir
Read All Reviews
Aunty Cantik untuk Daddy

Aunty Cantik untuk Daddy

[Tersenyumlah sedikit lebih lama sampai waktu itu tiba] Ne mameul dadogyeobwado [Bahkan jika aku menghiburmu] Byeon haneun iyureul mureodo [Dan bertanya mengapa kamu telah berubah] Meoreojyeo [Kamu semakin menjauh] Geureoni ireon naboda [Maka temuilah seseorang] Deo naeun sarameul manna [Yang lebih baik dariku] Miso jisgireul baraeyo [Aku harap kamu bisa tersenyum bersamanya] Geudaega meoreojin mankeum [Seiring kamu pergi menjauh] Siyaga heuryeojineyo [Kamu perlahan memudar] Saranghaessoessgin ttaemune [Karena kita saling mencintai] Uri majimak insareul haeyo [Mari ucapkan perpisahan terakhir kita]
106.0K viewsCompletedAdded to Library 132 Times as puisi dilan perpisahan
Read
+Library
Bad Blood

Bad Blood

Dengarlah kata hatimu Saat dia memanggilmu Dengarlah kata hatimu Tak ada lagi yang bisa kau lakukan Aku tak tahu kemana kau menuju Dan aku tak tahu mengapa kau pergi Tapi dengarlah hatimu Sebelum kau ucap perpisahan padanya . Katanya sebuah perpisahan merupakan memori yang paling buruk. Tak ada yang ingin merasakan yang namanya sebuah perpisahan dalam hidupnya. Itu terasa sangat pahit dan tak menyenangkan. Momen dan kenangan itu akan begitu membekas hingga mampu meninggalkan luka yang berakhir dengan rasa trauma yang mendalam.
1024.0K viewsCompletedAdded to Library 671 Times as puisi dilan perpisahan
Show Reviews (7)
Read
+Library
Kikiw
kelar baca sampe ending. saran sedikit buat bab flashback, lebih baik diringkas jadi inti cerita biar pembaca gak bingung menafsirkan atau mengira salah baca. terus buat awal setia bab, mohon jangan banyak kilas balik dari bab sebelumnya, itu pengaruh koin juga kakak author. terimakasih
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Read All Reviews
Desember Ke-30

Desember Ke-30

Di bawah jembatan itu, dalam lamunanku yang semakin menipis, aku melihat diriku sendiri melambaikan tangan, mengucapkan selamat tinggal kepada seseorang yang namanya bahkan mulai terasa asing di lidahku sendiri. "Kana! Hei, kesurupan ya kamu ditiup angin sore?" Suara Dila tiba-tiba menerobos masuk bersamaan dengan bunyi derit pintu kamar yang didorong terbuka tanpa aba-aba. Gadis itu muncul dengan segelas keripik singkong di tangan kanannya, sementara di tangan kirinya ia melambaikan segepok kertas cetakan naskah. "Nih, editor kamu ngamuk di grup W******p gara-gara ending-nya kamu bikin abu-abu kayak cuaca Semarang musim gini!"
104.0K viewsOngoingAdded to Library 84 Times as puisi dilan perpisahan
Read
+Library
Terjebak dalam Tubuh Nona Muda Winter

Terjebak dalam Tubuh Nona Muda Winter

Pupil mata Winter melebar, gadis itu kembali merasakan sebuah pesan tersirat dari Marius yang menyiratkan sebuah perpisahan. “Kenapa kau seperti mengucapkan kata-kata perpisahan denganku?” “Aku hanya ingin mengatakannya sebelum nanti aku lupa mengatakannya. Perpisahan terberat seseorang adalah pergi tanpa pamit.” To Be Continued..
10176.2K viewsCompletedAdded to Library 5.8K Times as puisi dilan perpisahan
Show Reviews (45)
Read
+Library
Althaf AbidzarBram
suka karakter kakaknya winter, vincent..karena aku dr kecil pengen py kakak laki² yg bisa jagain nglindungin adeknya kyk vincent ... (lebay dikit ... alias ngayal).. bagus thor..lanjutkan tetap semangat ............
Ikeu Kodila
sejauh ini cerita ini best sih, bener2 terhanyut sedihnya marahnya sampe bener2 mewek bombay, setiap karakter FL sama ML nya bener2 menggambarkan laki2 yg bener2 setia dan suka dengan keteguhan cinta mereka masing2, marvello dan marius jd ingin bertemu dikehidupan nyata ih
Read All Reviews
DIARY SKIZO

DIARY SKIZO

Namun sudah kucukupkan sampai di sini saja, aku akan pergi meninggalkan semua kenangan tentangnya, membuka lembaran baru di mana hanya ada aku dan Nohan, warisan paling berharga darinya, buah cinta kami berdua. Semburat senja mulai menampakkan pesonanya di Pulau Merah. Nohan sedang berkemas pulang bersama Uti dan Kakungnya. Kuambil gawai, lalu mengambil beberapa foto berlatar pesona senja. Lalu mengetik sebuah puisi sebagai caption di sana. ELEGI SENJA Perih itu Menembus benteng-benteng kulit ari Hingga lebur pada jangat kulit diri
106.1K viewsCompletedAdded to Library 208 Times as puisi dilan perpisahan
Read
+Library
Terpaksa Menikah dengan Paman Mantan

Terpaksa Menikah dengan Paman Mantan

Dalam Senja yang temaram Kutaburkan abu orang yang aku cintai Jangan kau tanya bagaimana rasanya Seolah-olah dunia berputar dalam kehampaan Kini baru aku sadari setelah terpisah kematian Tidak ada tempat untuk kita saling bertemu kembali di sini Sheena. Begitu abu terakhir telah di taburkan dan terlepas dari tangannya, gadis tersebut baru ingat ini bagian akhir dari pertemuan dalam kehampaan, Sheena berusaha tegar sambil menahan tangisnya dimana dia menatap ujung laut yang tidak pernah terlihat. "Beristirahatlah dengan tenang, bu" Batin nya. "Aku sudah berusaha hingga tetes penghabisan, jangan menyalahkan ku, karena aku sudah sampai pada puncak dimana kemampuan ku berada"
1018.8K viewsCompletedAdded to Library 582 Times as puisi dilan perpisahan
Read
+Library
Penyesalan di Ujung Perpisahan

Penyesalan di Ujung Perpisahan

Pada tahun ketiga aku memalsukan kematianku, aku didatangi oleh ibu dan anak dari Keluarga Surya. Demi mengusir mereka, aku mengancam akan bunuh diri sambil membawa pisau. Sampai putri kami yang berusia tujuh tahun memegang selang oksigen ayahku. Gina berdiri di samping, mengancam dengan suara bergetar. "Ezra, kamu mau ayahmu mati atau menikahiku kembali, keputusan ada di tanganmu!" Aku terlalu emosi hingga sekujur tubuhku gemetar, tetapi terpaksa aku meletakkan pisau dan menikahinya kembali. Begitu kembali ke rumah yang tidak asing itu, aku berubah menjadi sosok ayah dan suami yang paling sempurna di Keluarga Surya. Adik angkatku sedang murung dan butuh ditemani Gina. Aku segera menyingkir
295 viewsCompletedAdded to Library 9 Times as puisi dilan perpisahan
Read
+Library
Setelah Kamu Pilih Dia

Setelah Kamu Pilih Dia

Lalu berhenti pada sebuah papan kecil bertuliskan: “Beberapa perpisahan bukan untuk dilupakan, tapi untuk disimpan baik-baik dalam laci kenangan.” “Aku tahu kamu yang menulis ini,” ujar sang ibu. “Aku pernah membaca tulisanmu… di salah satu blog sastra yang direkomendasikan temanku.” Dinda menunduk. Ada benjolan di tenggorokannya. Ia tidak tahu harus menjawab apa.
88.5K viewsOngoingAdded to Library 246 Times as puisi dilan perpisahan
Read
+Library
Selir Yang Terlupakan

Selir Yang Terlupakan

Puisi itu bukanlah pujian manis tentang kemewahan istana atau keindahan musim semi seperti yang biasa didengarnya; puisi itu berbicara tentang dinginnya musim dingin, ketabahan yang tumbuh di tengah kesunyian, dan jejak kaki yang tak hilang meski tertutup salju tebal. Saat sampai di akhir bait pertama, ia berhenti mendongak. Tatapannya begitu tajam hingga beberapa pelayan di dekatnya menundukkan wajah dengan canggung. "Kau menggambarkan dinginnya embun beku seolah kau sendiri yang merasakannya menembus tulang," ucapnya pelan. "Saya memang pernah merasakannya, Yang Mulia," jawabku jujur.
101.1K viewsCompletedAdded to Library 22 Times as puisi dilan perpisahan
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status