Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ujung Senja

Ujung Senja

“Kemana perginya hati. Kemana hilangnya rasa. Engkau kan menghilang diri, Sayang, untuk insan yang kau puja. Kutakkan berkecil hati. Kutakkan rasa kecewa. Walaupun perih pilu di hati. Kau kuiring senyum mesra. Ingatlah, kau, duhai Jelita, hati ini untukmu saja. Dhai kasih, sanjungan kalbu, engkau pergi tanpa relaku. Hatiku kau curi kini, kau bawa pergi bersama. Kering kini taman sanubari, tiada lagi senyum indah.”
108.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 210 kali sebagai puisi dilan perpisahan
Baca
+Pustaka
Sir Abraham, Love Story

Sir Abraham, Love Story

Pergilah menjauh Pergilah mendekat Lebah mungil terbang mencari sang ibu XWY●RQXWY●RXWYR● Bersenandung menirukan sebuah lagu Pergilah menjauh Pergilah mendekat Kehampaan hati hanya kita yang tahu Kembali bersenandung menirukan sebuah lagu Untuk semua yang saling berpasang-pasangan Pergilah mendekat "Apa itu?" Stevan membaca sekali lagi pesan aneh yang sepertinya sengaja ditinggalkan oleh Yuta. Puisi kah? Atau semacam kode rahasia?
1012.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 347 kali sebagai puisi dilan perpisahan
Baca
+Pustaka
Sang Penjaga Pajajaran

Sang Penjaga Pajajaran

“Kita dengarkan, bukan memaksanya bicara.” Larisa terdiam. Dan perlahan, suara dari dalam batu berubah. Bukan lagi gema, tapi lantunan. Lembut. Sedih. “Sangkaning Pajajaran leungit, rasa kapisah ti sukma…” (Ketika Pajajaran lenyap, rasa terpisah dari sukma…) Larisa merasakan matanya panas. Ia tak tahu mengapa, tapi kata-kata itu membuat dadanya sesak, seolah batu itu sedang menangis di dalam dirinya.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai puisi dilan perpisahan
Baca
+Pustaka
Ditinggal di Pelaminan

Ditinggal di Pelaminan

“Sekarang aku sudah datang, aku akan membawamu pergi.” Ia mengulurkan tangan untuk menarikku, tetapi Irfan dengan cepat menghalangi tubuh Candra. Aku menatap Candra dengan dingin. “Candra, sejak kamu meninggalkan aku di hari pernikahan kita dan memilih acuh dengan perasaanku, hubungan kita sudah berakhir.” Candra panik menjelaskan, “Feli, saat itu Luna melahirkan. Itu pertaruhan hidup dan mati. Aku bukannya sengaja meninggalkanmu.”
3.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai puisi dilan perpisahan
Baca
+Pustaka
Di Ambang Gila

Di Ambang Gila

Sebulan setelah transmisi terakhir, sesuatu yang kecil terjadi. Salah satu anggota Hub yang lebih muda, seorang penyair bernama Isha, sedang mengerjakan sebuah puisi tentang kehilangan. Dia berjuang dengan baris terakhir, merasa bahwa kata-katanya terlalu klise, terlalu tidak tulus. Frustrasi, dia menyerah dan pergi untuk mengambil secangkir teh.
1.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai puisi dilan perpisahan
Baca
+Pustaka
LATIFAH: Derita Istri yang Terbuang

LATIFAH: Derita Istri yang Terbuang

] Lalu status kedua: [ Pertemuan kita telah menjadi penggalan rencana Nyaris tak berarti apa-apa lagi Kebersamaan kita telah sampai pada tapal batasnya Ternyata aku telah melewati jalan yang destinasinya sama Sama-sama memberiku duka! ] Zoelva sangat paham dengan kalimat itu. Sepaham ia pada garis tangannya sendiri. Ya, puisi itu berkisah tentang kehilangan harapan dan keputusasaan! Tetapi mengapa? Sebabnya apa? "Mbak, apa salah saya?" Ia mengirimkan pesan messenger. Setelah ia menunggu lama, Latifah tidak membalasnya. Hanya membacanya saja.
107.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 257 kali sebagai puisi dilan perpisahan
Baca
+Pustaka
My Boyfriend

My Boyfriend

Rembulan Malam Rembulan malam berbalut sepi Suasana dingin merayu hati Cahya di bulan ikut menghiasi Nuansa misteri menyelimuti Hilang pandangan di dalam mata Bayanganmu menepi di angkasa Entah berapa lama kau disana Sehingga diriku ingin bersua ______________________ Malam yang sangat berbeda dirasakan oleh kedua insan yang terpisah akan jarak dan waktu. "Hunny!" Gibran berdiri di depan pagar menikmati suasana malam yang sangat dingin dan sepi tanpa ada celotehan kekasihnya dari balik ponsel. Hahh …. Ia menghela nafas panjang seraya bersandar dengan kedua tangan setia di dalam saku. "Baru juga beberapa menit kita berpisah, Hunny. Aku sudah sangat merindukanmu," gumamnya dengan kepala menund
4.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 167 kali sebagai puisi dilan perpisahan
Baca
+Pustaka
Pembantu Kaya Tuan Tampan

Pembantu Kaya Tuan Tampan

Kemudian dirinya menulis untuk batinnya sendiri. Hei kekasih Jika kita untuk saat ini Ditakdirkan untuk berpisah Aku tak ingin kau hadirkan Duka yang kian gelisah Jika kita untuk saat ini Ditakdirkan untuk tidak bertemu lagi Aku tak ingin kau hadirkan Luka yang menggantung di hati Biar kugulung rinduku sendiri Tanpa kau berhak mencampuri Lala menyimpan kembali penanya, dan meletakkan kertas itu di kursi tepi danau.
1038.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai puisi dilan perpisahan
Tampilkan Ulasan (41)
Baca
+Pustaka
Ayah Firza
Akhirnya nyasar ke tempat ini,,, Kisah yg sungguh mengobrak ngabrikan hati, meluluhlantahkan perasaan.... Sungguh sampai terhanyut ke dalam kisahnya, melupakan dunia nyata walaupun hanya hitungan hari... Ada senyum yg tersinggung dan air mata yg mengalir dengan sendirinya karena ternyahut di dlmnya.
ANATA MEGA
Terimakasih buat teman-teman yang sudah mendukung karya ini hingga tamat. Jujur saja aku terharu atas apresiasinya dikarya AZRA yang pertama ini. Jangan lupa baca juga karya AZRA yang berjudul Dewi Ambigu. Terimakasih. Salam sayang...
Baca Semua Ulasan
Kisah Para Penggetar Langit

Kisah Para Penggetar Langit

Tapi langit berwarna biru bukan? Itu menandakan kesedihannya Langit tak pernah bening, Seperti air yang tulus Seperti kaca yang tanpa rahasia Langit selalu sedih, Memandang begitu banyak luka hati manusia Dan Cio San pun melangkah. Langkah kakinya ringan. Tapi hatinya berat. Meninggalkan orang yang dikasihinya. “Jika perpisahan seberat ini, tentulah banyak orang yang tak ingin ada pertemuan. Bukankah akhir dari pertemuan adalah perpisahan?”
9.959.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai puisi dilan perpisahan
Tampilkan Ulasan (35)
Baca
+Pustaka
Zhu Phi
Ijin promosi thor ... Pendekar Kitab Iblis Dunia Persilatan gempar oleh terbunuhnya Pendekar golongan putih dan hitam secara misterius. Pelakunya dikenal sebagai Hantu Dunia Persilatan yang selalu membuka Kitab Iblis yang bercahaya. Siapakah dia? Ikuti kisahnya ya. Update tiap hari. Terima kasih.
Embunayu
Kak author yang baik. ijin promosi novel pertama saya ya Judul: Perjalanan Jati Diri Pendekar Pedang Api cerita: Perjalanan mencari jati diri Pangeran Karna setelah diusir karena dia adalah Sampah. Dibantu leluhur dan Dewa Perang dirinya menemukan inti jiwanya dan menjadi pewaris terkuat
Baca Semua Ulasan
Tuan, Biarkan Aku Pergi

Tuan, Biarkan Aku Pergi

Siapa yang rela melepaskan angka yang bisa membawa pada kemakmuran? Diam-diam sepuluh jari Lukas mengepal kuat kala menatap kepergian Dahayu yang menggandeng lengan Aksa dengan senyum kemenangan. Di taman menunju ke paviliun milik Aksa, bulan bersinar sangat terang tanpa sedikitpun gumpalan awan putih yang menodai langit malam. Dahayu sedang menghirup aroma bunga yang bermekaran kala tangan besar tiba-tiba menarik pinggang dalam pelukan.
103.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai puisi dilan perpisahan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status