Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dilamar Tuan Muda Perfeksionis

Dilamar Tuan Muda Perfeksionis

tanya Bela See han yang bingung pun hanya diam,melihat See han diam, Bela jadi bingung dan bertanya tanya apakah itu yang menolong nya semalam atau bukan, atau jangan jangan itu adalah bos nya. Bela berjalan terburu buru sambil menepuk nepuk kepalanya, dia merasa malu, jika benar itu bukan orang yang dia kenal. Sementara itu See ki yang tidak tahu, bahwa Bela di Terima bekerja di perusahaan mereka, datang ke rumah Bela untuk mengajaknya mengunjungi galeri yang dia punya. See ki, merupakan pelukis, dia sangat menyukai seni, ayah nya sangat tidak suka dengan hobi nya itu.
103.3K viewsOngoingAdded to Library 90 Times as puisi dilan
Read
+Library
Penguasa Sembilan Pintu Kematian

Penguasa Sembilan Pintu Kematian

bisiknya seorang diri saat membuka beberapa buku itu. Selain buku-buku politik, negara dan militer, ada beberapa buku yang berisi puisi dan sajak karya beberapa sastrawan terkenal di Kaili. "Eh buku ini?" Roulan tertegun saat menemukan sebuah buku yang berbeda. Dia membuka buku itu dan membaca isinya. "Ah, ini puisi yang ditulis oleh Kaisar Ao Yu Long," gumamnya seraya menganggukkan kepalanya. "Puisi-puisi ini indah sekali," gumam Roulan sambil membaca salah satu puisi.
103.8K viewsCompletedAdded to Library 140 Times as puisi dilan
Read
+Library
Godaan Liar Sang Pengasuh

Godaan Liar Sang Pengasuh

tatapannya tetapi seperti sayang mau melewatkan tontonan gratis di layar ipadnya, Leon kembali memperhatikannya. "Wanita ini kenapa dia sengaja tidak memakai pakaiannya," gumam Leon sambil meneguk habis wine ditangannya. Sesuatu dibalik celananya ada yang seperti mendesak ingin keluar, mata Leon menatap yang di bawah yang sudah menegang seperti tiang listrik. "Fuck!" Leon menggeram rendah, biasanya dia tidak pernah tergoda dengan wanita-wanita yang mencoba merayunya, banyak wanita yang menginginkannya yang bisa didapatkan oleh Leon siapa saja, tetapi tidak ada yang membuat Leon tertarik pada mereka.
1.2K viewsOngoingAdded to Library 41 Times as puisi dilan
Read
+Library
Dilangkahi Adik

Dilangkahi Adik

Panggilan dari Mama atau Bik Minah yang memintaku untuk keluar kamar dan makan malam, aku tolak halus dengan dalih sudah makan bersama Resti sebelum pulang sore tadi. Aku yang sedang menyibukkan diri dengan mengotak-atik ponsel, entah kenapa tergerak hati untuk melakukan pencarian terhadap sebuah akun. Darren Atma Wijaya. "Bajingan!" Aku tak bisa menahan diri untuk tidak mengumpat dan mencaci maki ketika melihat sebuah postingan I*******m yang menandai dirinya. Sebuah pose mesra dengan pantai sebagai latar, membuat dadaku seperti terbakar matahari.
1053.5K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as puisi dilan
Read
+Library
Delia (Gadis Pengagum Senja)

Delia (Gadis Pengagum Senja)

Delia pun tersenyum lantas menarik nafas dalam-dalam agar lebih tenang. Satu-persatu peserta lomba mulai maju dan menampilkan sebaik mungkin. Delia menunggu dengan sabar, saat ini peserta no lima sudah mulai menampilkan puisinya, suaranya begitu lantang anak itu sangat mengahayati isi puisi yang ia bawa.Delia sangat kagum dengan peserta no 5 syair yang di baca sangat indah dan menggunakan intonasi jelas.Semua orang pun takjub dengan penampilan puisi yang diberikan.Dan mereka semua bertepuk tangan mengapresiasi,beberapa peserta sudah mempersembahkan puisinya masing-masing. Guru mulai memanggil peserta no 7 untuk maju dengan percaya diri Delia membacakan bait demi bait syair yang ia buat bers
106.0K viewsOngoingAdded to Library 138 Times as puisi dilan
Read
+Library
Siluet Cinta Olive

Siluet Cinta Olive

Ia telah mengkoordinir sembilan orang teman sekelas anggota geng dekil untuk merayakan kelulusan mereka sebagai sukses bersama yang harus dirayakan dan jangan sampai terlupakan. “Malam Senyap Menyergap Kesepianku”, itu salah satu bunyi sub judul dalam laman blog ini. Berisi puisi seronok yang konten kalimatnya makin vulgar dari atas ke bawah. “Sayang, masuklah menyongsongku. Aku sangat kesepian dan merindukanmu. Desakanmu yang meronta, engkau sangat perkasa. Pelukanmu yang makin kuat, kusambut dengan goyangan dahsyat. Oh...aku sungguh menikmati keperkasaanmu, Sayang...,’’ ‘’Mana Di? Nggak ada nomor kontaknya? Kok isinya puisi semua?”Tanya Bayu.
1010.4K viewsCompletedAdded to Library 352 Times as puisi dilan
Read
+Library
Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Nomor baru Ginos masih ada di daftar blokirnya, Susan tidak melihat pesan terakhir yang dia kirim. [Susan, aku mengorbankan hidupku untuk meminta maaf, bisakah kamu memaafkanku?]
17.1K viewsCompletedAdded to Library 685 Times as puisi dilan
Read
+Library
SURA, PANGERAN TERBUANG

SURA, PANGERAN TERBUANG

Suara He Sura terdengar tenang, namun berisi tekanan yang berat dan dalam. "Aku, Dilan Yu... Meskipun harus mati di dunia bawah ini, aku tidak akan menjawab pertanyaanmu. Itu penghinaan bagiku sebagai Peri Immortal dari dunia atas!" jawab Dilan Yu dengan nada keras, meski bibirnya bergetar menahan tekanan yang menindih tubuhnya. Langkah kaki ringan terdengar. Lin Boa datang membawa sebuah keranjang besar penuh dengan buah immortal yang tampak segar dan berkilau.
109.6K viewsCompletedAdded to Library 250 Times as puisi dilan
Read
+Library
Mengubah Takdir sang Figuran Tragis

Mengubah Takdir sang Figuran Tragis

Tidak ada lagi kecanggungan di sana, yang ada hanyalah antusiasme dua jiwa yang baru saja menemukan frekuensi yang sama. Zhou Xinyi menyesap tehnya, matanya berbinar menatap Lin Ruyue. "Aku tidak bercanda, Ruyue. Puisi yang kau tulis di antologi itu, terutama bagian tentang 'Angin yang merindukan puncak gunung namun terjebak di lembah' itu menjadi topik hangat di antara teman-teman sastraku. Mereka tidak percaya seorang Putri Kedua Kerajaan Qing bisa memiliki kedalaman melankolis seperti itu." Lin Ruyue tertawa kecil, pipinya merona tipis. "Itu hanya coretan saat aku sedang melamun, Xinyi. Aku tidak menyangka akan sampai ke telinga para cendekiawan."
105.6K viewsOngoingAdded to Library 111 Times as puisi dilan
Read
+Library
Dikhianati di Pelaminan, Kunikahi Musuhnya

Dikhianati di Pelaminan, Kunikahi Musuhnya

ujar Rudi pelan, dagunya bertumpu di atas kepalaku. Aku genggam gelas hangat itu. Mataku jernih, dingin, tajam, seperti seorang ratu yang siap berperang. "Hubungkan mereka." Rudi mengangguk dan tekan tombol merah di meja. Sebuah layar besar turun perlahan, lalu terbelah jadi puluhan jendela. Nestan. La Luna. Mesto. Verona. Lumnia. Zembar. Kepulauan Cote.
8.8K viewsCompletedAdded to Library 202 Times as puisi dilan
Read
+Library
PREV
123456
...
8

Frequently Asked Questions

Satu hal yang selalu bikin hari-hariku lebih manis adalah membaca lagi kumpulan kutipan dan puisi dari Dilan—jadi aku paham banget kalau kamu lagi nyari versi asli dari koleksi itu.

Kalau yang kamu maksud adalah teks aslinya yang ditulis oleh Pidi Baiq, sumber paling otentik pastinya adalah buku-buku cetak resminya seperti 'Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990' dan kelanjutannya 'Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1991'. Banyak baris yang kemudian viral dan dianggap seperti puisi memang berasal dari halaman-halaman kedua novel itu. Untuk versi yang benar-benar dikompilasi sebagai 'kumpulan puisi' kadang penerbit atau penulis sendiri merilis edisi khusus atau buku-buku kecil—kalau ada, biasanya diinformasikan lewat akun resmi penulis atau situs penerbit.

Tempat paling mudah buat menemukan buku aslinya adalah toko buku besar: Gramedia (online maupun gerai fisik), Periplus, atau jaringan toko buku lokal yang kredibel. Di marketplace juga ada, misalnya Tokopedia, Shopee, dan Bukalapak; ketika belanja di situ, periksa reputasi penjual dan deskripsi barang (pastikan tercantum ISBN dan foto sampul yang jelas). Untuk yang suka format digital, cek Google Play Books, Apple Books, atau platform e-book lokal seperti Gramedia Digital—kadang mereka menyediakan versi e-book resmi. Selain itu, jangan lupa perpustakaan digital seperti iPusnas atau katalog Perpustakaan Nasional; beberapa koleksi populer memang tersedia untuk dipinjam secara legal.

Kalau kamu pengin memastikan itu versi asli dan bukan cetakan bajakan, ada beberapa trik gampang: cek ISBN dan cocokin dengan catatan penerbit, lihat nama penulis 'Pidi Baiq' di cover, perhatikan logo penerbit, dan periksa kualitas cetakan (layar kertas, tata letak, kualitas sampul). Di marketplace, baca review pembeli sebelumnya dan minta foto asli kalau ragu. Untuk edisi tanda tangan atau cetakan terbatas, biasanya diumumkan di media sosial penulis atau penerbit—ikut akun resmi mereka supaya nggak kelewatan.

Kalau kamu penggemar berat dan pengen lebih dari sekadar baca, join komunitas pembaca Dilan di Facebook, Instagram, atau forum buku lokal; sering ada tukar-menukar buku bekas yang masih bagus atau info event book signing. Aku sendiri suka mengumpulkan potongan kecil dari halaman yang paling kena di hati dan menyimpannya di jurnal—rasanya beda banget waktu bisa pegang buku aslinya, bukan cuma screenshot di timeline. Jadi intinya: cari di toko buku resmi atau platform e-book legal, cek keaslian lewat ISBN/cover/penerbit, dan dukung penulis dengan membeli versi resmi kalau memungkinkan. Semoga kamu cepat ketemu koleksi puisi Dilan yang asli dan bisa menikmati setiap barisnya dengan lega!

SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status