MENANTU IMPIAN IBU
Tak terima dengan yang dilihat, Dilan membuka seluruh lacinya, melihat ke almari pakaian yang tak banyak yang dibawa Dini, semuanya tak ada satu tanda, bahkan Dini tidak meninggalkan satu pesan pun.
Dalam lelah dan sakit yang masih dia rasakan, Dilan tertunduk lesu dengan airmata yang sudah mengalir. Aku tau aku harus siap melepasamu pergi. Namun bukan begini caranya, Din. Kamu pergi dengan membawa separuh nyawaku. Setidaknya tinggalkan satu pesan untukku, apa salahku? Bukankah kamu kemarin telah berjanji untuk menjemputku? Apa hanya karena kata-kata Mama kemarin sampai kamu pergi meninggalkanku? Kenapa kaulakukan ini kepadaku, di saat aku makin mencintaimu? Rasanya aku tak sanggup melalui h
Hot Chapters