Aku Menyerah, Mas!
Mengapa baik Kanaya ataupun Dilan tidak pernah menceritakan masalah kehamilan mantan istri kepadaku, hingga akhirnya aku menyetujui untuk menceraikan dia.
“Ya sudah, Gun. Saya permisi dulu. Sudah siang. Kamu sehat-sehat dan jadilah laki-laki yang kuat, yang bisa menerima kenyataan serta keadaan. Ikhlaskan Kanaya bersama saya, karena kebahagiaan Kanaya yang sesungguhnya itu saat dia bersama saya. Kami masih saling mencintai, dan akan terus memperjuangkan cinta kami hingga Tuhan benar-benar mempersatukan kami dalam ikatan suci pernikahan. Permisi!” Dilan melenggang pergi menuju kasir, membayar semua buku yang dia beli sedangkan aku masih berdiri mematung sambil menatap dia hingga tidak terliha