Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
LES NOCES, LE MARIAGE

LES NOCES, LE MARIAGE

Aku menarik napas panjang, dan menyeruput minuman manis tersebut. "Jangan sedih terus. Ingat kata-kata orang, pelangi yang indah akan datang setelah badai datang menghantam. Sambutlah pelangi milikmu. Badai itu kita yang ciptakan sendiri begitu juga dengan pelangi." Aku mengangkat jari-jari tanganku ke atas melihat langit yang bersih dengan awan bersih berada di angkasa terbang bebas tanpa beban.
9.815.0K viewsCompletedAdded to Library 571 Times as puisi pelangi
Read
+Library
Kelana

Kelana

Untuk segala lukamu Yang menjadi lukaku Sedihmu Yang adalah sedihku Badai dalam dirimu Yang mewarnai hidupku; Merah, ungu, jingga, kelabu Untuk segala kamu Yang telah kupilih dengan segenap kesadaranku Lana meremang membaca halaman pertama dari buku yang tengah ia baca. Kata-kata dalam puisi pendek itu membuat Lana merasakan sesuatu yang begitu sedih dan menyentuh, dan entah bagaimana membuatnya teringat Arga.
102.4K viewsOngoingAdded to Library 94 Times as puisi pelangi
Read
+Library
Lavender di Penghujung September

Lavender di Penghujung September

Semesta bahkan cukup paham untuk suasana hari ini harus di tutupi dengan senja miliknya yang sempurna. "Di sebelah sana ada pelangi", ucap Ian sambil menunjuk ke arah pelangi yang dia maksudkan. "Waw hari ini luar biasa banget, udah senjanya cantik, ditambah ada pelangi yang indah lagi" "Al coba kamu liat baik-baik. Warna apa yang paling menarik bagi kamu disana" "Merah" "Setiap warna pelangi punya maknanya masing-masing dan ga kalahnya sama makna dari bunga yang aku bilang kemarin. Kalau kamu pilih merah maknanya adalah kasih sayang"
102.8K viewsOngoingAdded to Library 99 Times as puisi pelangi
Read
+Library
Keturunan Terakhir

Keturunan Terakhir

Setelah Rian berdiri, Delia segera berjalan cepat sambil menggandeng lengan Rian. Sementara Indah yang melihat Delia tergesa-gesa menggandeng lengan Rian. Enjadi curiga dan segera mengikuti mereka. Setelah sampai di jembatan cinta angsa putih dan Indah melihat keduanya berada di sana merasa kesal karna keduanya tidak mau mengajak dirinya untuk pergi ke tembat sebagus itu. Jembatan angsa putih berada di antara karang yang selalu di terpa ombak kecil sehingga menghasilkan butiran air seperti embun. Dan butiran air laut menghasilkan Pelangi saat terkena cahaya matahari.
1014.8K viewsOngoingAdded to Library 504 Times as puisi pelangi
Read
+Library
Belahan Jiwa

Belahan Jiwa

Dan lagi, posisinya yang berada di depan. "Menangis hanya akan membuat kamu lemah. Biar aku yang mengatur kecepatan kuda ini," ujar Tuan Muda Ziyo. Widuri yang ada di depan, dan Tuan Muda Ziyo yang berada di belakang, sembari menarik tali kuda, membuat hati Widuri berdegup kencang. Keadaan ini, terlihat seperti Tuan Muda Ziyo sedang memeluknya.
103.6K viewsOngoingAdded to Library 101 Times as puisi pelangi
Read
+Library
Belahan Jiwa

Belahan Jiwa

Jessy ikut melongokan kepalanya keluar jendela, melihat kearah langit seraya tersenyum. "Warna merah dilangit terlihat begitu indah nona. Coba pejamkan kedua mata anda dan bayangkan cahaya matahari tenggelam dengan diiringi suara nyanyian burung-burung yang berterbangan diatas langit, angin berhembus menerpa wajah anda dan .... " Namun begitu Hera mulai memejamkan kedua matanya, dia hanya bisa melihat siluet tubuh basah seorang pria dengan punggung kokoh yang tampak berdiri membelakanginya.
1092.8K viewsCompletedAdded to Library 2.0K Times as puisi pelangi
Read
+Library
Di Antara Dua Senja

Di Antara Dua Senja

Ia ingin menjernihkan fikiran dengan melihat hujan ditrotoar area tunggu Mahasiswa Garuda. “Aku ingin menjadi hujan. Meski jatuh berkali-kali, merasakan sakit yang sama, tapi bisa bermanfaat dan membuat orang yang melihat merasa bahagia,” tuturnya. Bergumam sendiri, menghirup sedalam-dalamnya aroma tanah yang diguyur hujan. “Dan Aku, ingin menjadi seperti Angin. Mengarahkan dan membawa hujan kearah dan tempat yang tepat,” sambung pemuda berjas hitam. Dengan dasi yang masih rapih terbasahi guyuran hujan.
102.5K viewsOngoingAdded to Library 92 Times as puisi pelangi
Read
+Library
Pergi Setelah Dimaki Jalang

Pergi Setelah Dimaki Jalang

Jalang, akhir kata itu muncul lagi. Kemarin Yasmin juga memanggilku jalang. Suaminya Yasmin pun bicara begitu. Memangnya hal menjijikkan apa yang sudah kuperbuat? Aku melihat pantulan diriku di pintu kaca. Pakai celana bahan, bukan rok, sepatunya pantofel, bukan hak tinggi, penampilanku sopan, tidak dandan menor, atau pakai baju aneh. Dengan tidak berdaya aku bertanya pada rekan kerja, "Kenapa kalian panggil aku jalang? Memangnya kenapa?"
9.9K viewsCompletedAdded to Library 197 Times as puisi pelangi
Read
+Library
Pelakor Sebaya

Pelakor Sebaya

"Kami bahagia? Iya, kami bahagia!" Manda dan Pelangi sempat bertatapan. Manda melihat sinar kekecwaan di mata bening yang kini berkaca-kaca. Sebaliknya Pelangi melihat sinar kesedihan di mata sayu sang mami. "Kami bahagia, asal mami bahagia!" Pelangi lantas berlalu dengan setetes air mata yang jatuh menimpa kelopak mawar. Manda melihatnya. Membuat hatinya berdesir perih.
2.1K viewsOngoingAdded to Library 73 Times as puisi pelangi
Read
+Library
Elang (Pembalasan Sang Putra Terbuang)

Elang (Pembalasan Sang Putra Terbuang)

Dia tahu saat melakukan perjalanan waktu ke tahun 1996, di malam pesta sebelum kelahirannya, dia melihat Larasati muda yang sedang hamil tua bersenandung pelan lagu Walang Kekek dari album ini untuk menenangkan bayi dalam perutnya—menenangkan Elang. Itu adalah satu-satunya lagu yang bisa membuat Larasati tenang di tengah tekanan Barata. "Saya pernah mendengar Nyonya bersenandung lagu ini pelan saat Tuan Barata sakit kemarin," dusta Elang dengan mulus. "Saya mencari cetakan aslinya di pasar antik jalan Surabaya. Konon, lagu ini membawa ketenangan." Larasati mendekap piringan hitam itu ke dadanya. Air mata yang sejak tadi dia tahan, akhirnya jatuh.
101.0K viewsCompletedAdded to Library 20 Times as puisi pelangi
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status