Perpisahan Dua Hati
Menjelang akhir tahun, kalangan sosialita di Kota Wastu mengatakan lebih baik memujaku daripada memuja dewa kekayaan.
Karena setelah rujuk dengan mantan suamiku, aku menjadi istri paling materialistis di Kota Wastu.
Aku tidak peduli lagi betapa Aswin mencintai wanita itu.
Bahkan saat putraku memanggil wanita itu "Ibu", aku juga tidak ambil pusing.
Namun, hanya ada satu aturan baru di rumah.
Setiap menyebut nama Rosa, harus bayar denda 200 juta padaku.
Dengan cara ini, kurang dari dua minggu, aku berhasil mengumpulkan uang 60 miliar.
Pada hari perayaan ulang tahun pernikahan kami, Aswin dan putraku menyebut nama Rosa lagi.
Wajah mereka berdua menegang, sedangkan aku hanya mengulurkan tangan d
Bab Populer