Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ellipsis

Ellipsis

Selig, wer sich vor der Welt Ohne Hass verschliesst, Einen Freund am Busen hält Und mit dem geniesst, Was, von Menschen nicht gewusst Oder nicht bedacht, Durch das Labyrinth der Brust Wandelt in der Nacht. Damai. Itulah kesan pertama yang kudapatkan usai membaca salah satu puisi penyair besar dari Jerman tersebut. Aku memang sangat menyukai setiap puisi yang Goethe tulis. Benar-benar terasa hidup dan realis. Dan puisi yang baru saja selesai kubaca itu, seolah menggambarkan kemalangan hidup yang sedang kualami saat ini.
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai puisi keberagaman budaya
Baca
+Pustaka
Pelabuhan terakhirku

Pelabuhan terakhirku

Tutur dosen itu penuh bijak. “Saya cuman mau kalian berdua menulis esai tentang penduduk pesisir pantai. Buat tema semenarik mungkin, dan muat hal-hal yang berkaitan dengan kebudayaan khas mereka, yang berbeda dari penduduk pesisir daerah lain,” jelas dosen itu panjang lebar. Amaz dan Binar tampak bingung. “Kenapa harus kita, bu?” tanya keduanya kompak.
1010.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 222 kali sebagai puisi keberagaman budaya
Baca
+Pustaka
Rasa Dari Keremajaan

Rasa Dari Keremajaan

Bukan plakat akrilik. Melainkan setangkai bunga mawar buatan tangan yang terbuat dari kertas daur ulang proposal-proposal OSIS yang pernah dia coret-coret dan tolak dulu. Mawar itu dicat hitam dan emas—warna kebesaran OSIS. Unik. Aneh. Dan penuh makna. Dan di samping mawar itu, sebuah buku kecil bersampul kulit bertuliskan: "Skenario Masa Depan: Jilid 1".
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 151 kali sebagai puisi keberagaman budaya
Baca
+Pustaka
Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Inilah puisi yang akan ia bacakan di depan semua peserta lomba. [Terbangun aku di negeri asing tanpa peta, Di mana napas beraroma racun dan prasangka. Kulihat sepasang mata sehitam jelaga, Menatapku benci, sekaligus merengkuhku dari putus asa. Kau adalah rahasia yang dibawa angin senja, Lekas berubah arah, namun meninggalkan rindu yang begitu nyata....]
1014.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 401 kali sebagai puisi keberagaman budaya
Baca
+Pustaka
Dari Budak Menjadi Bencana

Dari Budak Menjadi Bencana

Ini adalah sains baru, perpaduan antara logika dan puisi. Sementara itu, para seniman dan pemimpi dari berbagai ras memiliki visi yang lebih liar: "Festival Dimensi". Sebuah pertemuan berkala antar peradaban dan bentuk kesadaran untuk berbagi seni, cerita, dan pengalaman murni—sebuah perayaan atas keragaman yang kini mereka hargai lebih dari sebelumnya.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai puisi keberagaman budaya
Baca
+Pustaka
Legenda Raja Pendekar

Legenda Raja Pendekar

Aku mengarungi samudera darah Akulah sang pengembara Melenggang ke Barat, Meluruk ke Timur, Merangsak ke Utara, Merantau ke Selatan, Kan kuremas matahari di telapak tanganku Kan kupecahkan wajah rembulan Tak ada lawan, Tak ada tandingan, Ilmu dari segala ilmu. Suara Tian Shan kasar dan gemetaran, tetapi Mei Hwa meleletkan lidah. Dalam hatinya ia kagum terhadap pencipta syair. Kagum bahwa orang itu begitu percaya pada ilmunya. Dan bahwa ilmu tiada tandingan tentu bukan sembarang ilmu. Ilmu dari segala ilmu.
1044.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai puisi keberagaman budaya
Tampilkan Ulasan (28)
Baca
+Pustaka
KSATRIA PENGEMBARA
Jangan lupa mampir ke cerita baru saya berjudul : SI BUTA DARI SUNGAI ULAR 'Dalam kegelapan, sosok seorang putra. Dendam dan lara menutup kedua matanya. Dia terjerumus sebagai manusia. Dan bangkit menjadi Legenda'
Embunayu
Kak author yang baik. ijin promosi novel pertama saya ya Judul: Perjalanan Jati Diri Pendekar Pedang Api cerita: Perjalanan mencari jati diri Pangeran Karna setelah diusir karena dia adalah Sampah. Dibantu leluhur dan Dewa Perang dirinya menemukan inti jiwanya dan menjadi pewaris terkuat
Baca Semua Ulasan
Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mengandung Bayi Presdir Dingin

"Delapan ekor kuda Raja Mu tak kenal lelah berpacu, berkelana ke negeri seberang untuk mencari matahari dan bulan yang abadi." "Puisi ini berasal dari mana?" "Puisi ini terasa agak asing. Mungkin tentang lukisan Delapan Tunggangan." Setelah keenam orang menyelesaikan satu putaran, staf mencoret enam nomor pertama. Christopher melihat angka-angka yang tersisa tanpa banyak berpikir dan melafalkan, "Sebuah tugu peringatan yang diserahkan ke langit, setinggi sembilan lapis; saat senja, dibuang ke Chaozhou, delapan ribu mil jauhnya."
3.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai puisi keberagaman budaya
Baca
+Pustaka
Takdir Cinta Naila

Takdir Cinta Naila

Kucumbui mukena usang dalam ritual waktu. Tapi pesona kewajiban menggiringku untuk terus menjagamu, rembulan. Derai-derai puisi menyeberangkan napas kajian beribu kenangan memanggang batu-batu peristiwa yang membukit di dadaku. Keragaman bahasa dunia meluapkan senyum rindu teramat sendu, pikirkan kaca-kaca depan rumahku. Sebab itulah, aku membelai rumput-rumput cinta agar pesonaNya tak pernah jauh dari Alif menuju ya!
1010.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 365 kali sebagai puisi keberagaman budaya
Tampilkan Ulasan (11)
Baca
+Pustaka
Ursa Mayor
Karakter Si Naila sudah bisa ketebak dan terasa sekali kalau dia itu janda alim. Lalu, aku membayangkan Si Ammad yang pasti gantengnya war biasah dan di pikiranku perfect man banget. Dan terakhir, akan kunantikan gimana takdirnya ini.
Ucu nurhayati
kata2 nya rapih dan tidak berbelit2 jadi bacanya enak ngalir, penggambaran settingnya juga lumayan detail, kisahnya juga true life bgt, jadi janda memang sering kali jadi tempat fitnah, ayo tunjukan naila kalo kamu bukan janda sembarangan ...
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status