Kultivator Inti Semesta
“Bajingan keparat! Berhenti berjuang! Kamu mencuri barangku, kamu hanya memiliki satu nasib, yaitu kematian!”
Tangannya terangkat. Xiao Tian terpaku, karena dari balik punggung wanita itu, muncul sebuah matahari. Bukan cahaya biasa. Matahari itu bersinar menyilaukan dengan panas yang menyiksa nalar. Suhu udara seketika melonjak, ruang sekitarnya seperti berubah menjadi lautan magma yang tak kasat mata. Xiao Tian tahu, jika energi itu benar-benar menghantamnya, tubuhnya akan meledak bahkan sebelum sempat menyusun pertahanan.
Bab Populer