Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
The Time Replayers

The Time Replayers

Mentari menyala di sini Di sini di dalam hatiku Gemuruhnya sampai di sini Di sini, di urat darahku Meskipun tembok yang tinggi mengurungku Berlapis pagar duri sekitarku Tak satupun yang mampu menghalangiku Menyala di dalam hatiku Hari ini hari milikku Juga esok masih terbentang Dan mentari kan tetap menyala Di sini di urat darahku... Lagu yang sama, lagi kemahasiswaan ITB. Puluhan tahun sudah berlalu sejak aku pertama kali mendengarnya. Sampai kini, kesannya selalu membekas. Masih sering kunyanyikan lagu itu ketika kuingat. Sorenya kembali kami pergi ke basecamp untuk mengerjakan tugas hari tersebut. Kelompokku berjalan sambil menyanyikan lagu Mentari.
106.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 128 kali sebagai puisi tentang mentari pagi
Baca
+Pustaka
Cintai Rembulan

Cintai Rembulan

Mungkin, malam ini Feray akan menjadi gadis yang tak lagi mampu menjaga kehormatan dalam dirinya yang berharga. “Kurang ajar! Yaa Tuhan, cabut nyawaku sekarang. Aku rela,” batin Feray. Feray yang memiliki arti cahaya rembulan bahkan malam ini tak sanggup lagi untuk sukarela berbagi cahayanya. Begitu pula dengan Jevan yang selalu mengagumi rembulan. Dirinya kecewa karena cahaya rembulan di langit sana tak mampu untuk sekadar menghiburnya hingga membuatnya memilih cahaya rembulan lain yang menghuni bumi. Ialah Feray.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai puisi tentang mentari pagi
Baca
+Pustaka
Putra Hartawan dari Rahim Perawan

Putra Hartawan dari Rahim Perawan

Wanita yang telah melahirkan Mentari ke dunia selama beberapa puluh tahun lalu terlihat khawatir. Tidak biasanya Mentari terlihat kusut seperti pagi ini. Karena pada dasarnya Mentari adalah gadis yang ceria dan periang. Akan sangat aneh jika pagi-pagi mentari terlihat kurang semangat seperti saat ini. "Nggak, Mentari hanya sedikit kurang tidur aja. Untuk pekerjaan Mentari sangat menikmatinya," jawab Mentari.
1053.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai puisi tentang mentari pagi
Baca
+Pustaka
If I Could Not Have You No One Could

If I Could Not Have You No One Could

Embun pagi menyejukkan bumi Membersihkan jelaga di setiap sisinya Adanya dirimu melubangi hati Meninggalkan luka menyenangkan dan merona Sinar mentari yang menerangi galaksi Tak akan mampu Menerangi ruang terdalam hati Kecuali sinar matamu Siapa memberi ketenangan hati? Ketika yang dimau tak peduli Terjatuh dan tersakiti Apakah semua akan tetap menjadi misteri?
107.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai puisi tentang mentari pagi
Baca
+Pustaka
Merenungi Masa Lalu di Bawah Mentari Senja

Merenungi Masa Lalu di Bawah Mentari Senja

Therina meletakkan surat cerai milik Vandero di atas meja, di sampingnya ada secarik catatan: [Aku pergi, nggak perlu mencariku. Aku nggak menginginkan kalian lagi.] Dia lalu mengangkat koper yang sudah lama dikemasinya dan pergi tanpa menoleh sedikit pun dari kurungan yang telah menahannya selama lima tahun. Di belakangnya, matahari pagi perlahan terbit. Sementara di hadapannya ... terbentang kehidupan yang benar-benar baru, tanpa Vandero, Jody, dan Evan.
7.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 220 kali sebagai puisi tentang mentari pagi
Baca
+Pustaka
Istri Kecil CEO Tampan

Istri Kecil CEO Tampan

ucap Mentari melihat gantungan kalung yang dipakai. “Itu Matahari yang bersinar terang saat pagi hari. Itulah yang disebut Mentari. Aku ingin kamu selalu bersinar untuk sekelilingmu dan membawa cahaya untuk kegelapan, aku tidak ingin cahaya itu redup walaupun ada banyak masalah yang menerpa hidupmu.”
3.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai puisi tentang mentari pagi
Baca
+Pustaka
Dulu Pembulinya, Kini Wanita Mainannya

Dulu Pembulinya, Kini Wanita Mainannya

Mentari pagi tergantung pada pertengahan dansa awan. Hilir mudik sorotan angin mengusir udara lembab. Cerahnya pagi disokong oleh dedaunan mengkilap yang basah. Ganta Yudhistira, menyatu dengan semua itu. Ia berdiri di tengah-tengah taman bunga tersayangnya, menyapa satu persatu bunga rawatnya membawa keran air.
102.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai puisi tentang mentari pagi
Tampilkan Ulasan (93)
Baca
+Pustaka
Rain (angg_rainy)
Terima kasih yang sudah baca Samuel-Sienna sampai tamat, hatur thankyou ...🫶🏿 Maaf jika masih ada typo dan kekurangan, karena kesempurnaan hanya milik Tuhan, cieh. Untuk yg mau baca karyaku yg lain, author ini multi nasional ko, eh multi platform, bisa di Novelt**n, Victi*, Dr**me, H*nov*l, dll
widurindriarti
Suka banget sma kombinasi keduanya Sienna awalnya sosok yang menguasai trnyata yg dy siksa stiap hari Samuel adl macan tidur. Kondisi berbalik Samuel yang menguasai permainan...... Very nice dark romance
Baca Semua Ulasan
Selamat Malam Duniaku

Selamat Malam Duniaku

Dia sangat benci! Lambat laun onggokan awan hitam beranjak dari tempatnya, burung laut mulai meramaikan suasana. Sinar matahari menembus cakrawala dengan sinarnya yang lembut. Andaikan suasana hatinya tak seburuk ini, ia akan sangat bahagia menyaksikan pemandangan pagi yang indah dan menyegarkan. Di tepi laut saat mentari menyembul dari ufuk timur, saat gulungan ombak menari menyambut sinar mentari. Mira tak pernah merasakan rekreasi sekadar memanjakan matanya pada nuansa alam yang menyajikan keindahan seperti ini. Tapi pagi ini, dia tidak bisa mengatakan selamat pagi pada dunia. Karena pada dasarnya itu hanya akan memperlihatkan betapa menyedihkannya dirinya kini.
3.5K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai puisi tentang mentari pagi
Baca
+Pustaka
Setelah 17 Tahun

Setelah 17 Tahun

Nadine merasakan hawa dingin yang menusuk kalbu. Sang mentari menyapa pagi hari dengan senyumannya yang sangat mengagumkan hati. Senyumannya memancarkan kehangatan teriknya kala pagi hari yang sangat dingin. Kuraih kehangatan sang mentari dalam naungan jiwa yang dirangkul oleh hawa dingin pagi. Enak sekali jika bercengkrama dengan orang terkasih. Nadine melihat Burung-burung semuanya bertebaran saling bertegur sapa satu sama lain. Burung-burung bercuitan dengan lantunan yang menawan melodinya. Burung-burung yang beterbangan menyapa diriku di pagi hari. Suasana jalan yang sepi penuh damainya hati. Jalanan di depan rumah masih sepi. Tiada kendaraan setitikpun yang menyapa mengitari jalan yang
107.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 239 kali sebagai puisi tentang mentari pagi
Baca
+Pustaka
Dada Malam, Nafas Pagi

Dada Malam, Nafas Pagi

Ia adalah Bayangan yang terpisah dari sumber cahayanya. Ia mencoba sibuk. Ia menatap paspor palsu dengan nama Alina. Ia mencoba memeriksa tas kecil yang Arsa berikan, tetapi pikirannya terus kembali ke satu titik: jendela besar yang menghadap Kota Seribu Mata.
10977 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai puisi tentang mentari pagi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status