Tergoda Jerat Manis Sahabatku
Ia membuka pesan itu dengan semangat yang meletup-letup, seolah masih menjadi seorang gadis yang mendapatkan pesan dari pujaan hatinya.
‘Selamat siang, Wulan. Kenalin aku Santoso. Temen Sari. Maaf, aku kemarin meminta nomor kepada Sari, semoga kamu tak keberatan aku menyimpan nomor kamu.’
Saat membaca pesan tersebut, tanpa sadar senyum tipis mengembang dari bibir Wulan yang berwarna merah menyala itu. Namun, setelah hendak mengetikkan kata-kata balasan, otaknya membeku, terjepit diantara rasa senang dan keraguan.