Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Si Lesung Pipi

Si Lesung Pipi

*** Puisiku Mana mungkin aku bisa berhenti mencintaimu Di sini masih ada kisah yang belum selesai Masih ada tanya yang tertunda Kemarin aku memanggilmu Kini bayang-bayang menjauhnya punggungmu Selalu menggangguku Kemarin kita masih tertawa Memakan cemilan bersama Di atas bukit Memandang kota Sumbul tertutup kabut Sisa-sisa hujan pagi Salahku Sudah jelas ini salahku Ayo kita bertemu lagi, harapku Akan kuutarakan semuanya Walau kini itu sudah tidak berarti lagi Aku sudah tahu semuanya Kau membalas tepukanku Aku menangis Dulu aku tidak mengikuti maumu untuk tidak menunggu Senyummu ternyata tidak akan kembali Dirimu kini ada di sana Membawa jawaban dari tanyaku
109.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 394 kali sebagai puisi pertemanan
Baca
+Pustaka
Bintang untuk Angkasa

Bintang untuk Angkasa

Semesta bicara tanpa bersuara / Semesta ia kadang buta aksara / Sepi itu indah, percayalah / Membisu itu anugerah Seperti hadirmu di kala gempa / Jujur dan tanpa bersandiwara / Teduhnya seperti hujan di mimpi / Berdua kita berlari Semesta bergulir tak kenal aral / Seperti langkah-langkah menuju kaki langit / Seperti genangan akankah bertahan / Atau perlahan menjadi lautan Seperti hadirmu di kala gempa / Jujur dan tanpa bersandiwara / Teduhnya seperti hujan di mimpi / Berdua kita berlari
9.870.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai puisi pertemanan
Baca
+Pustaka
Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin

Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin

Di atas kertas, sebuah puisi yang ditulis dengan aksara rumput liar terpampang jelas. Ketika Mardi, Haidar, dan yang lainnya kembali sadar dan membaca isi puisinya, wajah mereka perlahan memerah, dipenuhi rasa malu dan marah. [ Memuji Jarum ] [ Seratus kali tempa, jadilah sebatang jarum, ] [ Terbalik terguling, menari di atas kain. ] [ Mata seolah-olah tumbuh di bagian belakang, ]
10275.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.1K kali sebagai puisi pertemanan
Baca
+Pustaka
Alvaro, Sang Penguasa Dunia

Alvaro, Sang Penguasa Dunia

Dia berbalik dan terkesima melihat paras Siti yang begitu cantik bahkan saat sedang tertidur. Namun, seketika wajahnya berubah muram, hatinya terasa seperti diayak-ayak. Sambil masih terus menatap Siti, mulutnya menggumamkan sebuah puisi yang menggambarkan isi hatinya. "Pertemuan adalah momen penuh tantangan, tapi perpisahan jauh lebih memilukan. Jika kita nggak pernah bertemu, nggak akan ada lahirnya kerinduan. Jika kita nggak pernah saling mengenal, nggak akan ada kenangan yang menghantui. Jika kita nggak pernah bersama, nggak akan ada luka yang tertinggal."
9.6151.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.3K kali sebagai puisi pertemanan
Baca
+Pustaka
7 Sumpah

7 Sumpah

Menghilang di balik pintu kamar Airin yang tak jauh dari ruang tengah itu. --------------------------- Persahabatan bagai kepompong Mengubah ulat menjadi kupu - kupu Persahabatan bagai kepompong Hal yang tak mudah berubah jadi indah Persahabatan bagai kepompong Maklumi teman hadapi perbedaa ( Sind3ntosca -- Kepompong )
9.96.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 231 kali sebagai puisi pertemanan
Baca
+Pustaka
JEJAK HASRAT

JEJAK HASRAT

Kode-kode kecil dan titipan salam melalui teman-teman mereka adalah cara mereka mengungkapkan perasaan tanpa mengucapkan kata-kata yang sebenarnya. Sania: "Pak Parman, teman saya suka sekali membaca puisi. Dia mengatakan bahwa puisi adalah cara yang indah untuk mengungkapkan perasaan. Saya kira dia benar." Parman: "Puisi adalah cara yang indah untuk mengungkapkan apa yang sulit diucapkan, Bu Sania."
1044.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai puisi pertemanan
Baca
+Pustaka
Anak Kembar Empat si Presdir Dingin

Anak Kembar Empat si Presdir Dingin

Kartu ucapan itu berisi sebuah puisi. [ Kepada: Naomi. ] [ Aku telah melintasi gunung dan menyusuri sungai. ] [ Aku juga pernah mengalami banyak hal dan melihat perubahan dunia. ] [ Sekarang, kamu adalah gunung dan sungaiku. ] Begitu membaca puisi itu, semua orang pasti tahu bahwa itu adalah puisi cinta. Jika Caden sudah memastikan Naomi adalah wanita yang dicarinya selama ini, mungkin saja dia akan mengejar Naomi dengan penuh semangat.
9.51.0M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24.1K kali sebagai puisi pertemanan
Tampilkan Ulasan (177)
Baca
+Pustaka
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa. Novel ini menceritakan Petualangan Lin Chen menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan 3 Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Baca Semua Ulasan
BERTEMU RINDU

BERTEMU RINDU

Kulihat jam di tanganku sudah pukul setengah tujuh malam. "Kamu ada waktu?" tanyaku. Andra mengernyitkan dahinya. "Kenapa?" tanyanya heran. "Hari ini, aku tidak melihatmu seharian. Aku juga tidak menemukan permen karet di kolong mejaku. Bagaimana kalau kita rayakan pertemanan kita ini dengan makan permen karet. Kamu mau?" tanyaku. Andra menganggukkan kepala sambil tersenyum menatapku. Melihat dia tersenyum dengan mata sembab, perasaan senang menyelinap di lubuk hatiku.
102.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai puisi pertemanan
Baca
+Pustaka
Delia (Gadis Pengagum Senja)

Delia (Gadis Pengagum Senja)

Senja Kau memberikan ketenangan Datangmu penuh harap Meninggalkan kesepian Ketika kau pergi, Pertemukan ku dengan malam Senja aku tak ingin sendiri Penuh asa menunggu mu datang Memandang pelik di tepi Pantai Riuh suara desir angin Menyapu keheningan Semua orang lantas bertepuk tangan dengan puisi yang di bacakan Delia. Gadis itu pun sangat senang tak hentinya tersenyum,di belakang Damar melambai ber isyarat memberikan selamat pada sahabatnya. Delia yang melihatnya pun ikut melambaikan tangan dan lantas menemui Damar. Mereka berdua duduk bersama sambil menunggu pemenang lomba yang akan di baca oleh Juri. Delia sudah tak sabar menunggu sesekali melihat kesekitar ruangan. Dan pada akhirnya Juri
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai puisi pertemanan
Baca
+Pustaka
Sebatas Teman Tidur

Sebatas Teman Tidur

'Kau pikir kau siapa? Bayang-bayang perkataan Adrian terlintas seakan menjelma sebuah tamparan yang keras di wajahnya. Tak tahan lagi, akhirnya tangisnya tumpah saat itu juga. 'Aku sadar jika.. Terlalu ramah jika kau sebut aku teman. Terlalu bahaya jika kau sebut aku kekasih. Terlalu tak masuk akal jika kau sebut aku masa depan. Mungkin lebih baik kau sebut aku sebuah ketidakpastian.'
107.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai puisi pertemanan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status