Cinta di Puncak Dunia
Trek awal yang landai masih memungkinkan mereka untuk berkali-kali berhenti sejenak, sekedar mengatur napas atau membetulkan tali sepatu.
"Saujana tidak akan lari, kawan. Nikmati saja setiap tanjakannya," seru Zavier menyemangati teman-temannya yang mulai berkeringat.
Semakin tinggi mereka mendaki, medan menuju puncak mulai berubah. Pohon-pohon tinggi berganti dengan semak cantigi yang rapat, dan suhu udara berubah saat matahari sudah berada di atas kepala mereka. Namun, angin yang terus berhembus terasa lebih menusuk tulang.