Kebangkitan Sang Putri Terbuang
Salah satu teman Lin Yue, Feiyan, berusaha meraih pedangnya, namun tangannya gemetar dan senjata itu terjatuh sebelum sempat digenggam.
“Kita… bahkan tak bisa berdiri,” desisnya frustrasi.
Lin Yue mencoba duduk, tubuhnya goyah. Rasa sakit menjalar di setiap serat ototnya, seperti racun dingin yang belum hilang.
Namun di matanya, api kecil tetap menyala — tekad yang tidak bisa dipadamkan.
“Qingyan…” ucapnya pelan, “terima kasih sudah menyelamatkan kami.”