Istri Ke-4 Tuan Tanah
Dia ingin mengusap dada itu.
Prapto memegang tangan Siti, meletakkan tangan Siti ke pangkuan Siti sendiri, “Aku tahu apa yang kamu mau, Siti. Tapi sebelum aku memberikan apa yang kamu mau, bukankah aku juga berhak tahu apa yang kiranya aku dapatkan? Jangan lupakan uangku, hanya gadis perawan yang lebih cantik darimu saja mudah kudapatkan, jangan berpikir aku mau karena tergiur dengan keperawananmu.” Prapto menyeringai, wajah itu kaku tiba-tiba, dia bukan pria ingusan. Umur yang matang membuatnya cukup mumpuni dalam hal negosiasi dan tipu muslihat.