Ada sesuatu yang magis dalam cara Zhuge Liang merangkai kata-kata. Bukan sekadar nasihat strategi perang, tapi filosofinya seperti cermin buat kehidupan modern. Ambil contoh 'Ketika angin bertiup, ada yang membangun tembok, ada yang membangun kincir angin' - bagi gue ini bicara soal mindset. Di era disrupsi digital sekarang, ada yang panik lihat perubahan (membangun tembok), ada yang justru memanfaatkannya (kincir angin).
Yang bikin kata-katanya timeless itu karena selalu ada lapisan makna. 'Kenali musuhmu, kenali dirimu' bukan cuma untuk medan perang, tapi juga untuk memahami kompetitor bisnis atau bahkan intropeksi diri. Gue selalu merasa kata-katanya itu seperti puzzle - makin digali, makin banyak insight yang keluar.