AKIBAT HASRAT TAK TERBENDUNG
ucapku.
"Wah, ide bagus, sudah lama gak ada yang bikinin kopi di rumah, kalau ngopi seringnya di cafeshop terus," ucap Mas Reyhan.
"Bentar, ya, Mas," ucapku sambil beranjak dari tempat dudukku.
"De, Rini," seru Mas Reyhan.
Aku menoleh dan tatapan kami beradu pandang.
"Makasih ya," ucapnya.