DINIKAHI CALON KAKAK IPARKU
“Pemandangan ini, jarang banget bisa saya lihat di kota. Makanya, kalau ada kesempatan, saya pasti datang ke tempat seperti ini.”
Aku mengangguk, setuju. “Iya, tenang banget. Rasanya kayak … jauh dari semua masalah.”
Bang Fahad tertawa kecil, suaranya dalam dan lembut. “Ya, Chi. Kadang kita memang butuh tempat untuk berhenti sejenak. Nggak harus lari dari apa pun, cuma … istirahat sebentar.”
Aku hanya tersenyum kecil mendengar kalimatnya dan kembali menatap ke arah luar diiringi suara binatang malam yang bersahutan dengan aliran air.