Si Mesum Jatuh Cinta
tanyanya gugup.
“Tentu sayang, memangnya aku harus duduk dimana? Dipangkuanmu? Atau kau mau aku saja yang memangkumu?” Zeera menghela napasnya, tidak ingin berdebat lagi, pasti dia yang akan kalah bicara.
Pedagang keliling datang, menghampiri mereka dengan membawa aneka minuman dan camilan di tangannya.
“Bang, jajanannya bang, biar tidak haus,” ucap pedagang mempromosikan dagangannya.