Selir Yang Terlupakan
Ia tak langsung menanggapi, melainkan perlahan meletakkan cangkir tehnya di atas meja batu dengan gerakan yang berat dan penuh pertimbangan.
"Kesalahpahaman adalah penyebab kematian banyak orang di istana ini," ucapnya lembut, namun nada suaranya telah kehilangan keceriaan yang tadi sempat ada. "Satu kata yang terucap di waktu yang salah, tatapan yang tertahan terlalu lama, atau hadiah yang diberikan pada jam yang tak tepat... semuanya bisa dipelintir menjadi bukti pengkhianatan atau kejahatan yang tak pernah kita maksudkan."