RAHASIA IBU
Mereka berdua turun, sedangkan aku melangkah ke kamar guna menemui Mas David yang ternyata sudah rapi dan tampan.
“Aku pikir, aku bakal jadi nomor dua,” ujar Mas David, ketika aku merapikan dasi yang ia pakai.
“Tidak, Mas tetap yang pertama, kecuali jika ada—”
“Ada apa?”
“Rahasia.”
“Begitu, ya. Sudah main rahasia sama suami?” Laki-laki itu menunduk, kemudian menyatukan kening kami. “Apa masih ada yang belum aku ketahui? Rasanya, semua yang kamu punya sudah aku lihat dan rasakan,” bisiknya tepat di telingaku, yang sontak membuat tubuh ini merinding.