Pacar Pembantu
Bukan pertama kali, Raqa mendapati pertanyaan itu, hingga ia tidak perlu berpikir panjang untuk beralibi.
"Secepatnya," jawab Raqa, tersenyum, lalu mencubit gemas pipi Risa. "Kangen banget ya sama mama?"
Risa mengangguk, "Banget. Udah lama nggak ketemu, Risa kangen masakan mama, kangen susu buatan mama, kangen nasi goreng buatan mama, kangen-"
"Risa..." Raqa menyela, nyaris menjatuhkan air mata, ia membawa Risa dalam pelukannya. "Tidur, yuk! Entar besok kesiangan. Risa kan anak pinter."
Hot Chapters