Ratu yang Merebut Singgasana
"Alin, kudengar Paman Silas memanggil desainer ternama dari pusat kota untuk membuatkanmu gaun utama pesta debut? Boleh aku melihat rancangannya?"
Alin mendongak, matanya bulat, memancarkan kepolosan tanpa beban. "Ah, iya, El. Desainernya baru saja mengirimkan sketsanya lewat surel. Warnanya merah marun dengan taburan payet berlian imitasi di bagian dada, dan jubah sutra panjang mengalir di belakangnya. Sangat megah... tapi jujur, aku merasa terlalu mencolok. Aku tidak terlalu suka warna merah."
Mendengar deskripsi itu, mata Elena langsung berkilat penuh keserakahannya yang khas.