Mempelaiku Bukan Kekasihku
Aku memprotes dengan mataku, tetapi pria itu malah tersenyum culas.
"Mama, Theodora ini love language-nya memang physical touch seperti ini, Ma, sedikit menganiaya, tapi menggoda. Mama sudah lihat sendiri 'kan tadi siang. Tenang saja, Ma, sebelum pahaku membiru, hatiku sudah lebih dahulu mengharu biru."
Apa lagi ini? Ucapan pria ini membuat emosiku campur aduk hingga aku speechless.
Ibu mertuaku terkekeh. "Kalau kamu sendiri, apa love language-mu, Nak?"
Hot Chapters