Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
YOU

YOU

Holla😊 Kami kembali.... Terimakasih sudah menantikan kehadiran kami readers... Maaf kalau part ini kurang menggugah hati... Selamat hari raya Idul Adha bagi semua yang merayakan, mohon maaf lahir dan batin🙏 kasih review dong, chapter kali ini gimana sih menurut kalian?
9.911.0K viewsCompletedAdded to Library 418 Times as rede
Read
+Library
RETAK

RETAK

Lalu Sebastian pamit setelah menaruh lima lembar uang merah di atas meja. Vitaloka menatap punggung atletis Sebastian yang menjauh hingga keluar dari kafe. Membuka layar gawai, menatap foto yang tadi dia kirim. Entah mengapa gaya rambut dan warna rambut perempuan itu sangat mirip dengan orang yang selalu memberi kata-kata semangat dan ucapan berupa godaan untuknya serta Sebastian. "Kenapa aku merasa perempuan ini mirip dengan Nesya adikku?"
103.4K viewsOngoingAdded to Library 135 Times as rede
Read
+Library
Red in Us

Red in Us

Ada nama Rendra di sana. “Siapa?” tanya Katha. “Rendra,” jawab Rabu sambil menggeser tombol hijau pada layar. Telepon pun tersambung. Dan dia menyalakan mode loudspeaker. “Kenapa, Ren?” tanya Rabu usai mengucap salam. “Bu, gue punya sebuah keputusan.” Rendar berujar dengan suara mantap di seberang sana. “Keputusan apa?” tanya Rabu dengan kening berkerut. Dia pun melihat ekspresi yang sama muncul di wajah Katha.
1018.1K viewsCompletedAdded to Library 471 Times as rede
Read
+Library
ROSES

ROSES

008. THE PAIN WILL BE FELT WHEN TEH MELT HAS FALLEN ON THE TOE OF THE SHOE FNR00150 "Dia bilang bukan hari ini" lirih Vara sebelum berbalik untuk membuka pintu yang terkunci.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 82 Times as rede
Read
+Library
Fake

Fake

tambah Kevin heboh, salah satu tukang kompor di geng mereka. “Mau taruhan? Kalau dia main sama gue malam ini, kalian bayar satu juta perorang. Kalau gue kalah, malam ini gue yang traktir gimana?” usul Ali tiba-tiba, mereka tampak antusias setuju dengan gagasan itu. Tidak akan rugi mengeluarkan uang jika mereka mendapatkan sebuah hiburan, Dido dan Adit merasa gelisah feeling mereka sudah tidak enak dan Shena belum kembali ke meja mereka, satu-satunya orang yang berani memberhentikan permainan gila ini ya cuma seorang Raden Akashena Kavi.
2.2K viewsOngoingAdded to Library 50 Times as rede
Read
+Library
Love

Love

Love you all.... 😍😍😍😍😍 enjoy ya.. 😘😘😘 🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
1015.1K viewsCompletedAdded to Library 575 Times as rede
Read
+Library
Sadena

Sadena

katanya berbangga diri. Mery mengecup dahi Sadava. Ia tenang anak ini bisa menerima masa lalunya. Lalu, bagaimana dengan Sadena? Mery takut anak itu justru membenci dirinya. Mengingat Sadava dan Sadena berbeda. Sadena akan selalu sinis kepada siapa pun yang berbuat salah, sedangkan Sadava lebih mudah memaafkan. "Oke, lupakan soal Rendi. Sekarang aku mau tau siapa Sarah?" tanya Sadava membuyarkan lamunan Mery.
1011.7K viewsCompletedAdded to Library 233 Times as rede
Read
+Library
Red Clock

Red Clock

Melihat tidak ada perubahan, Ruth tidak punya pilihan ”Kau yang meminta” Pedang bermata dua itu berubah menjadi tombak emas dengan lonceng disekitarnya,rumbai pita perak dan hitam tampak kontras dengan tombaknya. Daren berdecih menghina, pedangnya berubah menjadi sabit panjang dengan bilah pisau bersinar. Warnya hitam dengan pita merah yang menjadi perpaduan yang cocok, rumbainya disekitar sabit berwarna emas.
2.1K viewsOngoingAdded to Library 74 Times as rede
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status