Legenda Pendekar Biru
Pujangga bangun tidur tiba tiba ada bekas cakaranbau bangkai di kamarlintang kemukus dini hariulat kecil di kasur
Sementara tangannya bergetar menggenggam pedang, menangkis setiap serangan lawan tanpa tujuan.
Rasa Marah, sedih, kecewa, menyesal, dan ketakutan berembuk menjadi satu, membentuk sebuah tekanan kuat yang menyerang jiwanya.
“Tidak mungkin! Tidak mungkin! Tidak mungkin sukuku binasa,” Guralang berteriak meracau seakan telah kehilangan akal sehatnya.
Sedangkan tidak jauh dari sana, Pangga sudah tergeletak lemas tidak lagi mampu bertarung.
人気のチャプター