Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Jeritan yang Tak Terdengar

Jeritan yang Tak Terdengar

Namun, sebelum kalimat itu selesai, Ayah sudah memutuskan panggilan. Wajahnya terlihat sangat tidak senang, ada kemarahan yang tidak bisa ditahan di wajahnya. Mungkin karena aku tidak pernah mengabaikan teleponnya. Namun, sekarang aku sudah mati. Aku tidak akan pernah bisa menjawab teleponnya lagi. Meski begitu, kejadian kecil ini tidak mempengaruhi semangatnya. Seiring lampu menyala, Kiara muncul dengan anggun seperti seekor angsa putih.
8.6K viewsCompletedAdded to Library 222 Times as refrain
Read
+Library
Kesendirian

Kesendirian

“Ma, sudah dulu ya. An, mau mandi dulu tidak terasa sudah sore saja.” “Ok, An, next time. See you, An.” “See you too, Ma.”
102.3K viewsOngoingAdded to Library 81 Times as refrain
Read
+Library
Born Again

Born Again

Dia menajamkan telinga. Tuk. Tuk. Tuk. Dia bangkit berdiri, agak kesusahan. Berjalan ke arah sumber suara sambil terus mendengarkan. Suara itu hilang-timbul. Beberapa saat dia diam, ketika suara itu hilang. Dia sempat berpikir dia telah salah dengar. Kemudian suara itu datang lagi. Kali ini Meita cukup yakin, bahwa suaranya berasal dari kaca. Terdengar seperti seseorang mengetuk-ngetuk kaca dengan kukunya. Tapi dimana?
1.9K viewsOngoingAdded to Library 67 Times as refrain
Read
+Library
Ditinggalkan di Pelaminan, Dinikahi Sepupu Tunangan

Ditinggalkan di Pelaminan, Dinikahi Sepupu Tunangan

Aku tidak pandai menyimpan hal-hal kecil tapi wajah dan tubuhmu, aku hafal sampai ke detail yang tidak kamu sadari sendiri. Ia mengerutkan alis tipis. Lanjut mendengarkan. Kali ini dengan duduk lebih tegak. Aku pernah membayangkan tanganmu, di tempat yang lebih… pernah ingin ditatap dengan cara yang tidak kamu tunjukkan ke siapa pun. Bagian refrain merupakan klimaks lagu dengan lirik berulang, berisi pokok pikiran dari lagu tersebut. Dua puluh empat jam bersamamu, di bathtub, di ranjang… Sstttt jangan bangunkan aku. Aku sedang berada dalam fantasi liar memilikimu seutuhnya dalam mimpi.
1093.9K viewsCompletedAdded to Library 3.4K Times as refrain
Show Reviews (47)
Read
+Library
Masruroh Masruroh
seru cerita nya kak, baca bab awal aja udh di bikin esmoni sama kelakuan Lionel yg ninggalin melody,hanya demi Ruby,,, untung saja da demien yg tiba" ngajakin melody nikah, pasti seru secara kan demien sama Lionel sodaraan. sukses terus buat bukunya kak....
Mrs.B
Maaf ya thor, izin promosiin novel teman ya. judulnya "DI ANTARA SUAMIKU DAN SAHABATNYA: RAHASIA DI BALIK KEHAMILANKU." Premis: Seorang istri yang terjebak di antara suami dan sahabat suaminya harus menyimpan rahasia kehamilan yang bisa menghancurkan pernikahan sekaligus persahabatan mereka.
Read All Reviews
Redefine

Redefine

"Tak ada yang mengira, di sudut jalan itu, sesimpul senyummu mengubah duniaku dalam sekejap dan mungkin selamanya." *** Semburat jingga khas senja menelusup melalui celah-celah gorden yang terbuka. Rolland menatap refleksi yang terpantul di kaca jendela, dengan latar lengangnya kota Bandar Seri Begawan. Rambut hitam yang acak-acakan−senada dengan lingkaran hitam samar di bawah matanya, menandakan selama beberapa hari ini ia sulit tidur. Ia sendirian. Begitu sekarat, dan tak berguna.
102.0K viewsOngoingAdded to Library 69 Times as refrain
Read
+Library
Never Cease

Never Cease

sahut Mark, sangat pelan pada kalimat terakhir. Dahyun termenung sejenak setelah mendengar kalimat terakhir dari Mark. "Mwo? Aku tidak dengar," ucapnya dan tersenyum sangat manis. "Aniyo. Tidak ada pengulangan," ucap Mark sembari merutuki dirinya sendiri karena kelepasan bicara.
3.1K viewsOngoingAdded to Library 78 Times as refrain
Read
+Library
Atas Nama Pohon Suci

Atas Nama Pohon Suci

Jari telunjuknya menunjuk ke arahku lantas menghitung. Sekar, "One, two, three, one, two, three, drink. One, two, three, one, two, three, drink. One, two, three, one, two, three, drink. Throw em back, till I lose count ..." Oh no! Don't you dare, Sekar! Bagian refrain selanjutnya ini bakal membunuhmu. Stop right now, plea ... Sekar, "Iii...'m gonna swiii...ng from the chandeliii...er, from the chandeliii...er ..."
105.8K viewsOngoingAdded to Library 150 Times as refrain
Read
+Library
Rindukan Dirimu

Rindukan Dirimu

(Rindukan Dirimu) Berjanjilah wahai sahabatku Bila kau tinggalkan aku Tetaplah tersenyum Meski hati sedih dan menangis Kuingin kau tetap tabah menghadapinya Bila kau harus pergi Meninggalkan diriku Jangan lupakan aku Semoga dirimu di sana Kan baik-baik saja Untuk selamanya Di sini aku kan selalu Rindukan dirimu Wahai sahabatku Rindukan dirimu "Ok. Latihannya cukup sampai disini dulu karena kakak ada acara jadi sampai sini dulu. Menurut kakak ini udah bagus dan dipertahanin kayak gini ya tapi jangan lupa buat latihan lagi setiap hari dirumah ya Fy, Yo" Ucap kak Sasa
101.8K viewsOngoingAdded to Library 50 Times as refrain
Read
+Library
Once Again

Once Again

Sebab segala impiannya kini hanyalah sebuah mimpi belaka. Dari tempat tidurnya, Cla hanya sanggup melakukan satu hal, membuka pintu lebar-lebar untuk memberi ruang sepenuhnya kepada hari baru yang siap untuk masuk ke kehidupannya. Dan kini tempat itu menjadi membisu. Seolah ikut hanyut dalam kesedihannya. Dari kamar sempit milik Cla, ia mengucap sekali lagi dalam hati. “Selamat tinggal impian dan selamat datang untuk kehidupan baru. Semoga aku akan bahagia. Selalu, selamanya.”
2.8K viewsOngoingAdded to Library 73 Times as refrain
Read
+Library
Go Away

Go Away

itu seperti tanpa halang rintang. "Ya!" Mereka bertiga langsung berseru berjamaah. Diana nyengir menang. Sebelah tangannya yang memegang ponsel, ia beringsutkan ke belakang punggungnya, sembunyikan dari arah pandang mereka. "Aish! Kau mengacaukan sekali, Anna! Sehan baru saja hampir kalah di sesi turnamen terakhir!" cicit Chanyeon.
103.4K viewsOn holdAdded to Library 70 Times as refrain
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status