Kembalinya Sang Dewa Pedang
Lagu itu berasal dari kitab biru milik Junjie, sebuah mantra yang dulu hanya bisa dimainkan dengan daun, tetapi kini terdengar lebih indah dengan seruling yang ia buat sendiri.
Alunan nadanya melayang, membawa serta perasaan yang tak terucapkan. Kerinduan yang dalam, harapan yang tak pernah padam, dan keinginan untuk kembali pada sesuatu yang telah lama hilang.
Ren Hui terus meniup serulingnya, matanya terpejam, membiarkan musiknya menyatu dengan angin. Cahaya bulan akhirnya menembus awan, jatuh tepat di atas Bunga Es Abadi. Daun-daunnya yang semula dingin dan beku kini memantulkan cahaya lembut, menciptakan kilauan seperti kristal yang berpendar di dalam kegelapan.
Bab Populer