Yang Tak Bisa Diberikan Suamiku
Dengan gerakan refleks yang sangat cepat, ia langsung bangkit dari pangkuan Naren, berusaha menetralkan raut wajahnya, lalu bergegas duduk di kursi hadapan Naren demi menyembunyikan badai perasaan yang saat ini berkecamuk di dalam dadanya.
"Wah, Nyonya sama Den Naren lagi ngapain kok berduaan di dapur?" tanya sang Bibi yang baru saja masuk, menyapa dengan logat Jawa yang kental.
Renjana menoleh secepat kilat. Sebuah senyum manis langsung ia tampilkan dengan sempurna di wajahnya. "Ini, Bi... aku tadi minta tolong Naren untuk dibuatkan cake, dan lihat, hasilnya banyak banget! Minta tolong panggilkan semua orang ke sini ya, Bi," seru Renjana dengan nada ceria, membuat asisten rumah tangganya
Bab Populer