Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Bekal Santet Dari Bibiku

Bekal Santet Dari Bibiku

Kucium keningnya. "Ibu..." sapaku. Ibu pun menyeringai senyum indah di bibirnya. "Ibu sudah makan?" tanyaku. "Sudah, tadi Bibi sudah memberikan Ibumu dan Adikmu makan," sambung Bibi yang sedang menimang Adikku. "Ohh... Terima kasih Bi," ucapku. Bibi hanya manggut-manggut. Bibi bersiap-siap ingin pulang. Bibi setiap hari selalu datang berkunjung ke sini. Baik itu untuk melihat keadaan Ibu atau untuk menjaga Ibu ketika aku sedang sekolah.
1.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 65 Beses bilang senandika kbbi
Read
+Library
Ambil Kembali Hatiku

Ambil Kembali Hatiku

Bibi jelas mengenal Pak Hendra, dia menyapa dengan akrab, "Tak kusangka orang sesibuk Anda akan datang mendukung keponakanku." Mendengar ini, Hendra tersenyum, "Hari ini kebetulan libur." "Ini keponakanku Sena." Bibi memperkenalkan sambil tersenyum, "Dia adalah seorang pelukis yang sangat berbakat, semua lukisan dalam pameran ini dilukis olehnya." Sena tersipu ketika bibi memujinya, dia berkata dengan rendah hati, "Bibi, jangan mengolok-olokku, aku cuma asal melukis."
8.645.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.6K Beses bilang senandika kbbi
Read
+Library
Senandika

Senandika

Cowok itu juga tidak tertarik, bisa dilihat dari tangannya yang menggeledah kotak pensil Lia. "Teori Konsektoral Tipe Amerika Latin," jawab Shera disambut dengan sorakan kagum dari Hayden. Tentu saja dibalas dengan sinisian. "Tugasnya ibu beri waktu seminggu. Masing-masing teori itu kalian jabarkan dalam bentuk PPT. Ingat ya, ambil intinya saja agar mudah dimengerti, paham?" "Paham, bu."
2.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 77 Beses bilang senandika kbbi
Read
+Library
SENDIAKALA

SENDIAKALA

Aku keluar dari kamar dengan didampingi oleh ibu, langkah aku pelan tapi mantap di atas karpet merah yang hanya dipakai untuk acara penting seperti ini. Di tengah halaman, di bawah pohon beringin besar yang dulu sering jadi tempat berkumpul keluarga, sudah disiapkan sebuah meja kecil dengan kain sutra merah tua. Yang akan melaksanakan akad adalah Kyai Hasan dari pesantren tempat aku belajar dan mengajar. Ia adalah orang yang sudah mengenalku sejak kecil, dan juga pernah menjadi teman bicara Bapak sebelum wafat. Wajahnya yang penuh kedalaman dan janggut putih yang panjang membuatnya tampak sangat berwibawa. Ia berdiri di depan meja dan memulai acara dengan membaca ayat suci Al-Qur’an yang mem
463 viewsOngoingIdinagdag sa Library 16 Beses bilang senandika kbbi
Read
+Library
Maaari mong magustuhan
New Arrivals
Terikat Cincin Sang Mafia
Terikat Cincin Sang Mafia
Mafia · Selly Aurelline
66 views
Miliarder Dingin Jatuh Cinta
Miliarder Dingin Jatuh Cinta
Romansa · Ipak Munthe
1.8K views
ANNOYING NEIGHBOR
ANNOYING NEIGHBOR
Young Adult · Scorpio_Girl
143 views
PUDAR
PUDAR
Rumah Tangga · bucinyarukher
150 views
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status