ANAK TUKANG CUCI PIRING
Mendengar perkataan Wa Muniroh, Nenek terkekeh cukup lama.
“Kenapa harus nggak percaya? Semalam Pak Suryana dan Azzam memang ke sini untuk menentukan tanggal pernikahan bersama Neneng. Sudah lah, Euis. Lupakan kejadian waktu itu, lagi pula tidak mungkin Azzam menikah dengan Imas. Azzam itu lulusan sarjana, sama seperti Neneng. Apa lagi Neneng nanti bakalan kerja di desa juga. Kalau Azzam menikah dengan Imas, ya jomplang pisan atuh,” tutur Nenek membuat hatiku merasa tercabik-cabik.
“Tapi kenapa Azzam melamar Imas kalau mau menikah dengan Neneng, Bu?” tanya Ibu seolah tak mengerti dengan kenyataan ini.