Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Momong Tuan CEO Manja

Momong Tuan CEO Manja

Hwehehehe’ Ares jadi semakin bergairah untuk melakukan semua adegan di dalam mimpinya. Dia pengen menjilati bibir Biba. Dia juga pengen menyesapi lidah Biba. Dia pengen menerobos mulut Biba dan merasakan bagian dalamnya kayak yang pernah dilakukannya dalam mimpi. Tapi dia enggak tahu gimana caranya! Dia enggakk ngerti timing yang pas dan caranya masuk! Inilah yang benar-benar membedakan mimpi dan realita.
106.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai resensi sang pemimpi
Baca
+Pustaka
Milik Sang Bayangan

Milik Sang Bayangan

“Aku ingin malam ini jadi sesuatu yang akan terus kamu ingat. Bukan karena makanannya. Tapi karena kita.” Kayra mendengus. “Kau terlalu percaya diri.” “Kamu belum lihat saat aku benar-benar serius.” Makan malam dimulai dengan hidangan laut segar, tiramis dengan saus lemon rosemary, diikuti daging panggang yang dimasak sempurna. Tapi tak satu pun dari mereka benar-benar memedulikan apa yang mereka makan. Percakapan mereka adalah hidangan utamanya.
562 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai resensi sang pemimpi
Baca
+Pustaka
Sebatas Mimpi

Sebatas Mimpi

Selama mengendalikan mimpi ia memang menikmati Pandu dalam dunia mimpinya, walaupun sebenarnya ia penasaran sosok laki-laki itu saat di dunia nyata. “Jawaban mengambang, ragu mau bohong apa nggak, ya?” Dena terkekeh. “Aku bingung, mungkin aku cuma merasa sedikit penasaran.” Renata menyerah, lebih baik terus terang. “Kamu pernah ketemu orang itu di dunia nyata?” tanya Dena. “Nggak tahu, lupa.” “Aneh, aku pernah membaca sebuah teori yang mengatakan bahwa kita nggak akan bisa memimpikan seseorang yang belum pernah kita temui sebelumnya.” tutur Dena.
3.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai resensi sang pemimpi
Baca
+Pustaka
Kerasukan, Berujung Menikahi CEO

Kerasukan, Berujung Menikahi CEO

Aku membuka percakapan saat bersandar di headboard tempat tidur. Sasi menoleh kepadaku beberapa lama, sebelum merebahkan kepala di atas paha ini. “Bang. Mungkin nggak sih mimpi berulang-ulang itu adalah petunjuk?” gumam Sasi dengan pandangan melihat plafon. Aku membelai lembut kening hingga puncak kepalanya. “Kenapa kamu berpikiran begitu?” Sasi mengangkat bahunya singkat. “Aneh aja sih. Saya itu sering banget kayak punya penglihatan gitu. Beberapa memori yang bukan punya saya, tapi terus menerus muncul.”
1045.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai resensi sang pemimpi
Baca
+Pustaka
BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

Kata-kataku seolah menjadi cermin yang memantulkan betapa kecilnya ambisi pribadinya dibandingkan visi yang baru saja kudeklarasikan. "Apakah... apakah kata-kata ini benar-benar keluar dari mulut seorang bandit?" gumamnya lirih. Matanya terbelalak, menatapku dengan campuran rasa tidak percaya dan kekaguman yang ia coba sangkal. Bagaimana mungkin seorang perampok gunung memiliki mimpi yang lebih suci daripada dirinya, seorang ksatria yang malah memilih mati hanya karena kalah bertarung?
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai resensi sang pemimpi
Baca
+Pustaka
Somnium: Light or Darkness

Somnium: Light or Darkness

tanyanya sembari menyadari bahwa tidak ada darah sedikitpun di tubuhnya. "Jadi, apa kau ingin berpartisipasi?" Somnium kembali mengajukan pertanyaan yang sama. "Berpartisipasi? Dalam hal apa?" "Jadilah pemimpi. Kemudian hancurkan semua mimpi burukmu dan di akhir kau akan melihat mimpi indahmu menjadi kenyataan." Tentu saja Mika kebingungan. "Aku tidak mengerti dan itu kedengaran tidak masuk akal," balasnya.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai resensi sang pemimpi
Baca
+Pustaka
Wanita Gila Mencari Cinta

Wanita Gila Mencari Cinta

"Ya, biar seru, Mbak. Siapa tahu bisa jadi inspirasi bagi penulis atau artis." Aster mengerutkan bibir. Malah Dini mencari hikmah dari mimpi yang menimpa Aster. Apa ya hendak Aster bagi cerita mimpinya. Bukan kah mimpi semacam itu banyak dialami orang. Tidak ada istimewanya. Dini malah membuatnya berpikir jauh. "Kalau nanti terulang, biar aku tengok. Aku malah jadi penasaran juga."
102.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai resensi sang pemimpi
Baca
+Pustaka
Terjebak Cinta Terlarang

Terjebak Cinta Terlarang

7. Terjebak Cinta Terlarang Bermimpi aneh! Penulis: Lusia Sudarti Part 7 ***************** "Sssi-apa ya?" tubuhku gemetar hebat, karena aku memang tak punya teman dekat, teman jauh, boro-boro pacar. "Ttoo--eeemm, mulutku dibungkam dari belakang. "Ssssstt jangan teriak Dek, ini Paman," bisiknya di telingaku hingga membuat bulu romaku meremang.
3.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai resensi sang pemimpi
Baca
+Pustaka
Tawanan yang Menawan

Tawanan yang Menawan

“Tapi setiap kali memikirkan harus... harus berhubungan dengan orang asing yang tidak kukenal, yang mungkin kasar atau kejam...” Dia menggigit bibirnya, lalu melanjutkan. “Aku sering bermimpi buruk. Bagaimana jika yang kudapatkan adalah seseorang seperti Pangeran Candra Damar? Seseorang yang hanya melihatku sebagai objek, sebagai alat untuk ambisinya?”
1015.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 315 kali sebagai resensi sang pemimpi
Baca
+Pustaka
Suami Idaman

Suami Idaman

Setelah pegawai itu pergi, ia menghampiriku dan duduk di depanku. “Dan semalem dia mimpi buruk. Teriak-teriak lalu terbangun dengan wajah pucat serta keringat dingin.” Aku mengingat kejadian semalam, bahkan aku sempat merasa sangat berdebar ketika pagi tadi ia masih melingkarkan tangannya di pinggangku ketika aku terbangun. Eli mangut-mangut. “Lo enggak Tanya, dia mimpi apa?”
1011.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 294 kali sebagai resensi sang pemimpi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status