Batal Akad
Ia sudah mandi dan memakai seragam kerja, yaitu atasan batik bewarna hijau, dipadupadankan dengan celana hitam panjang.
Parni kesusahan menarik risleting celananya, karena perutnya semakin membuncit. Parni menahan tawa, saat risleting itu mahal putus saat Parni menariknya terlalu kencang.
"Masa ga pake celana, ha ha ha ...," tawanya renyah. Sudah lama sekali ia tidak tertawa lebar seperti ini. Kemudian ia mencari celana lain miliknya, namun kondisi mereka sama saja. Parni benar-benar lupa untuk membeli beberapa pakaian baru untuk ia pakai. Karena pertumbuhan badannya cukup pesat, melebar ke samping. Jangankan celana panjang, celana dalam saja sudah terlalu sempit semua.
Hot Chapters