Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Utari

Utari

jawab Utari singkat. "Oh iya, kau bisa menolongku mencarikan bungkusan berwarna merah muda? Aku lupa simpan dimana." ucap Edo. "Baik tuan, akan aku cari sekarang." jawab Utari sambil mulai mencari barang yang Edo maksud.
2.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 46 Beses bilang retak
Read
+Library
Reuni

Reuni

Cinta yang belum kesampaian, mungkin itu adalah ungkapan yang tepat untuk alasan kepulangan Dimas kali ini, namun dibalut dengan kemasan indah dengan nama reuni. Entah apa yang ada di benak Dimas bahkan disaat-saat sedang pengajian berlangsung dia masih sempat- sempatnya membalas chat di hp, tidak hanya itu beberapa kali juga Dimas nampak senyum- senyum sendiri saat membaca chat itu, ia juga nampak gelisah berkali-kali melihat jam di tangannya.
Sikat na Kabanata
2.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 82 Beses bilang retak
Read
+Library
Takhta Takdir

Takhta Takdir

"Pemberitahuan : Anda menggunakan 1000 Exp, kelas Wizard anda telah mencapai level 6 " "Pemberitahuan : Kelas anda telah mencapai tingkat 2 dan memenuhi syarat untuk berganti menuju kelas yang lebih maju " "Pemberitahuan : Karena bakat Core of Great Wizard, warisan kelas Battle Wizard tersedia untuk anda. Apakah anda ingin maju menjadi Battle Wizard? "
102.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 58 Beses bilang retak
Read
+Library
PETAKA REUNI

PETAKA REUNI

“Janji nggak marah dan nggak nolak?” “Apa?” Aku semakin penasaran. “Janji dulu, Mami!” Aku melengos. “Oke, aku nggak marah, janji pasti kukabulkan.” “Dua bulan ke depan aku mau reuni di Bali. Boleh, ‘kan?” Mataku membulat. “Apa?” “Katanya nggak marah? Katanya boleh?” Arsyl mengejar. Seketika ingatanku kembali pada cerita Kak Amy. Mantan Arsyl ... tidak!
1014.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 495 Beses bilang retak
Read
+Library
Legenda Sang Genius Immortal

Legenda Sang Genius Immortal

“Apa maksudmu dengan ‘Retakan Waktu’? Apa itu tempat … atau sesuatu yang terjadi?” Kael menatapnya dalam-dalam. “Retakan Waktu adalah luka di arus waktu … sebuah celah tempat takdir masa depan dan masa lalu saling tarik menarik. Kau berasal dari masa depan yang—percayalah—telah pecah berantakan. Tapi retakan itu tidak hanya menarikmu kemari. Ia mulai mempengaruhi banyak garis waktu lain.” Tabib Tao berjalan perlahan ke sisi mereka, menggenggam tongkat kayu hitamnya erat-erat.
103.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 120 Beses bilang retak
Read
+Library
SEQUOIA

SEQUOIA

Langkahnya yang menuju ke kiri langsung berubah haluan ke kanan, menghindari lelaki itu. Dia adalah Antakali, anak tongkrongan sekolah sebelah yang dulu sering berkumpul dengan geng Joita. Yup, dia adalah mantan Joi, lelaki yang pernah ia sebut pernah tidur bersamanya. Bukannya gagal move on atau bagaimana, Joi hanya tidak memiliki suasana hati berbicara dengan sang mantan termeresahkan itu. Syukur-syukur akhir-akhir ini hilang kontak, eh sekarang malah dipertemukan kembali.
7.53.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 112 Beses bilang retak
Read
+Library
Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz

Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz

Dragon Left Wing dan Dragon Right Wing melangkah maju, energi mereka beresonansi, menciptakan tekanan berlapis. Sebelum situasi memburuk, pria berbekas luka itu kembali bicara. “Pemimpin tim kami adalah Utusan Bayangan Ketiga. Di atasnya ada para Tetua Gerbang… dan di atas mereka, Penguasa Retakan.” Aula menjadi sunyi total. Penatua Embun Senja berbicara pelan, “Penguasa Retakan adalah tokoh berbahaya di Benua Langit Retak. Jika mereka mulai bergerak penuh, dunia ini akan menghadapi gelombang besar.”
104.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 124 Beses bilang retak
Read
+Library
PEMBALASAN DEWA MAUT

PEMBALASAN DEWA MAUT

Di tangannya terdapat gulungan lontar usang yang diikat dengan pita sutra pudar. Dia tersenyum padanya, seolah kedatangan fragmen Dewa Maut adalah sebuah janji temu yang terjadwal lama. "Selamat pagi, Tuan Satria Kala," sapa Rara Santi dengan nada yang lembut, suaranya selaras dengan debur air yang tenang di bawah kakinya. "Saya menyadari perjalanan Tuan sungguh berat malam ini. Saya dapat merasakan **retakan** pada esensi fana Tuan."
103.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 110 Beses bilang retak
Read
+Library
RETAK

RETAK

"M--maaf, kang. Saya tidak sengaja." "Lain kali kalo jalan tuh lihat ke depan, jangan fokus ke HP mulu. Nanti dijambret baru tahu rasa!" ketus laki-laki itu yang kembali berjalan melewati Vitaloka. Vitaloka menatap punggung laki-laki itu yang sudah menjauh. Dia tidak sempat melihat wajah dari orang yang tak sengaja ditabraknya. "Orang enggak sengaja juga," gumam Vitaloka.
103.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 87 Beses bilang retak
Read
+Library
Nisan Retak

Nisan Retak

Bab 1 Retakan dibawah permukaan Amira berdiri di depan rumah tua itu, yang kini hanya menyisakan kenangan samar. Suasana pagi yang lembab, dengan kabut tipis menyelimuti pemukiman yang sepi, seolah menambah kesan suram di hati Amira. Rumah yang telah lama ditinggalkan, kini hanya menjadi tempat bagi angin untuk berkelana dan daun-daun yang jatuh memenuhi pekarangan. Sungguh, tempat ini terasa lebih asing baginya dibandingkan dengan masa kecil yang pernah ia lewati di sana.
1.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 35 Beses bilang retak
Read
+Library
PREV
123456
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status