Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Comeback

Comeback

Seharusnya dia tidak merasa cemburu pada bocah yang sepuluh tahun lalu mengibarkan bendera perang padanya. Flashback on Siang itu, Sean nekad mengantarkan Anya pulang meski berulang kali Anya menolak dengan alasan dia tidak mau merepotkan pria itu. Dengan motor sport terbaru hadiah dari sang kakek bulan lalu, dia mengantarkan Anya dengan selamat hingga tempat tujuan tanpa kekurangan apapun.
2.3K viewsOngoingAdded to Library 73 Times as bring this back
Read
+Library
Kembali untuk Merebut Kekayaan

Kembali untuk Merebut Kekayaan

' Zane merasa menang kali ini. Tanpa membantah lebih jauh, Zane memberi isyarat pada anggota rombongan lainnya untuk kembali ke motor. Suara mesin kendaraan kembali meraung di udara, tapi kali ini untuk pergi meninggalkan tempat tersebut.
10767 viewsOngoingAdded to Library 26 Times as bring this back
Read
+Library
Perjalanan Waktu Menjadi Menantu Terhebat

Perjalanan Waktu Menjadi Menantu Terhebat

Selamat! [User mendapatkan kembali staminanya. Dan ada bonus stamina sebesar 10 persen.] [User juga bisa mengaktifkan kembali fitur-fitur yang sempat dibatalkan itu.] [Klik ‘Aktifkan’ untuk mengaktifkannya sekarang. Klik ‘Nanti’ jika ingin mengaktifkannya nanti.] Adit berpikir sebentar. Diputuskannya untuk mengaktifkan fitur-fitur itu nanti saja.
104.8K viewsOngoingAdded to Library 105 Times as bring this back
Read
+Library
Kembali Pada Sang Pemilik Hati

Kembali Pada Sang Pemilik Hati

"Papa percaya itu." Vanka tidak menanggapi kalimat itu. Ia memeluk Bu Sarah sekali lagi, lalu Pak Brata, dan berjalan ke arah pintu. "Vanka." Suara Pak Brata. Ia berhenti di ambang pintu. "Sebelum kamu kembali ke Korea, temui kami dulu. Bukan sebagai menantu, bukan sebagai apa pun. Cukup sebagai Vanka yang dulu sering makan bakso di meja dapur kami."
584 viewsOngoingAdded to Library 23 Times as bring this back
Read
+Library
Cinta yang Tak Bisa Kembali

Cinta yang Tak Bisa Kembali

Mobil melaju cepat, meninggalkan suara permohonan dan ratapan dari kedua orang itu yang larut bersama angin. Di dalam sebuah restoran barat yang elegan dan temaram, Revan memotongkan steik dan meletakkannya di piring Clarisa dengan perhatian. "Coba yang ini. Temanku di luar negeri baru buka restoran ini, rasanya cukup autentik."
15.5K viewsCompletedAdded to Library 602 Times as bring this back
Read
+Library
Back To Home

Back To Home

Aku memberinya penutup mata sebagai gantinya. Hidup orang-orang terlihat sungguh-sungguh menyenangkan. Seakan mereka kembali memiliki satu alasan tambahan untuk terus hidup dan menjalani hidup mereka dengan bersungguh-sungguh setiap harinya. 1 Minggu terakhir, aku merengkuh Bapak untuk pertama kalinya selepas aku kembali. Memohon maaf karna terlambat pulang dan meminta maaf atas salah paham yang disebabkan oleh isi pikiran liarku.
658 viewsOngoingAdded to Library 13 Times as bring this back
Read
+Library
COMEBACK

COMEBACK

Jawab Citra. “Aku berjanji. Sekarang masuklah, dan usap air matamu.” Kata Alex sambil membantu Citra mengusap air matanya. Mereka rupanya menyadari keberadaanku. Aku memutuskan untuk segera masuk sebelum mereka membullyku lagi.
3.4K viewsOngoingAdded to Library 134 Times as bring this back
Read
+Library
Kembalikan Anakku

Kembalikan Anakku

Salsa sangat kesal di buatnya oleh pria tampan itu. “Iya tapi aku ingin kamu hamil lagi, titik nggak ada perdebatan lagi,” ucapnya kemudian. “Aku nggak mau Mas, aku mau anakku yang hilang. Kembalikan anakku!” bentak Salsa dengan tatapan nyalang. Sadam kesal, dia lalu duduk kembali dan menatap ke arah Salsa. “Kenapa kamu ini? Aku sudah bilang kan anakmu masih dicari, kamu pikir aku nggak khawatir juga dengan bayi itu?” tanya Sadam menaikkan sedikit nada suaranya.
103.2K viewsOngoingAdded to Library 64 Times as bring this back
Read
+Library
Revansha

Revansha

"Ada. Seblak kan pedas, lihat aja tuh muka si Karin, kayak kuas seblak. Merah padam." "Enak aja lo kalau ngom–" Andre ikut jengah melihat keadaan di depannya. Cowok itu mengurut pangkal hidungnya. "Karin, Radit! Bisa nggak kalian akur dulu untuk kali ini aja, demi keberlangsungan acara 17 agustusan tahun ini." "Gue, sih, tergantung Karin." Karin membuang muka malas. "Gue? Bisa, kok," sahutnya dengan nada kesal.
102.3K viewsOngoingAdded to Library 53 Times as bring this back
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status