Adinda
Baik Giyo atau pun Bapak Anjas memiliki pola pikir yang sama yaitu, wanita seperti Adinda terlalu berharga untuk menantang matahari.
“Aku―” kembali Adinda menghentikan perkataannya.
“Dinda! Jangan mulai lagi!”
“Hahaha. Aku hanya mau bilang. Kalau aku baru tahu ada ketua gangster yang cemburuan.”
Gelak tawa itu menggema dalam kamar tidur Adinda. Jelas sekali, Adinda merasa sangat puas sudah mengerjai sang pujaan hati. Nyatanya memang benar, Giyo sangat mudah terbakar rasa cemburu. Giyo akan tetap tidak suka melihat Adinda dengan pria lain, sekalipun itu saudaranya sendiri. Minggu yang lalu, Giyo pernah memarahi sepupunya yang datang dari luar desa. Pemuda itu mengobrol dengan Adinda. Dan itu
Hot Chapters