Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Gerilya Di Balik Seragam

Gerilya Di Balik Seragam

Rokok pabrikan seperti itu sangat langka di Yogya kala itu. “Heran, ya?” Mayor Wiratmaja tersenyum melihat ekspresi Surya. “Ini bukan dari kita. Aku kebetulan menembak mati seorang opsir Belanda di dekat Jombor kemarin sore. Dari sakunya, aku temukan sebungkus rokok impor ini. Jadi, bisa dibilang ini rampasan perang.” Ia menggoyangkan bungkus rokok itu di depan Surya.
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai rokok alami pacitan
Baca
+Pustaka
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

"Ki Rosowelas belum ceritakan padaku apa yang membuat Ki Rosowelas mengatakan keadaan di sini sedang tidak aman tadi?" "O, itu...?" Ki Rosowelas terkekeh lirih. "Biasa, Nak. Di mana-mana selalu ada orang jahat. Tidak di kota, tidak di desa, orang jahat bagaikan disebarkan oleh raja iblis untuk membuat keonaran, membenci kedamaian, mengacaukan ketenangan. Begitu pula dengan desa Pucangan ini, Nak," kata Ki Rosowelas sambil melinting tembakau. Pada masa itu masih jarang orang melinting tembakau. Umumnya tembakau digunakan untuk campuran sirih, baik lelaki maupun wanita. Orang menggunakan tembakau sebagai rokok hanya apabila mempunyai pipa cangklong, dan hal itu hanya dilakukan oleh para bangsa
1028.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 707 kali sebagai rokok alami pacitan
Baca
+Pustaka
Teror Pendakian Jalur Selatan Rinjani

Teror Pendakian Jalur Selatan Rinjani

tanya Bang Ipul. "Gak tahu juga, Bang. Udah dua hari belum ada kabar," jawab Alit. "Harusnya sehari itu bisa sampai." "Iya, Bang. Semoga mereka baik-baik saja." "Oh, ya, Lit, ini ... mau gak? Ni ada tembakau sénang dan ini ada kasturi juga. Dua-duanya tembakau asli Lombok. Saya ini, jauh-jauh ke Lombok cuma mau naik gunung sekalian beli ini untuk oleh-oleh nanti." Bang Ipul mengeluarkan dua bungkus tembakau yang berbeda jenisnya.
9.57.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 179 kali sebagai rokok alami pacitan
Baca
+Pustaka
Jimat Tali Mayat

Jimat Tali Mayat

--------------------- o0o --------------------- Mbah Jarwo menyulut sebuah udud kawung[1] sebelum meneguk nikmat kopi hitam kesukaannuya. Selinting rokok yang terbuat dari daun aren kering, berisikan campuran tembakau taning dan cengkeh, dengan rasa serta aroma menyesakkan. Sebentar kemudian, kepulan candu asap putih pun mengalun dari mulut dan hidung sosok tua tersebut penuh kenikmatan. Usai beberapa kali mendeham, tiba-tiba dia diam termenung. Menatap kosong hamparan langit siang Kampung Sirnagalih yang biru bersih, tapi penuh dengan bayang-bayang berbagai persoalan di pelupuk mata.
8.512.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 382 kali sebagai rokok alami pacitan
Baca
+Pustaka
7 Ramadhan Tanpamu

7 Ramadhan Tanpamu

Andi menyindir sembari tersenyum tipis. "Bukan begitu, lokasinya persis di dekat perternakan ayam." Jawab Dahlan, dengan cepat duduk di antara Yudistira dan Andi. Dikeluarkan bungkus rokok dari dalam saku atas kemeja lengan pendeknya kemudian diletakan di dekat duduknya. Melihat rokok mahal tersebut, Yudistira tanpa malu-malu mengambilnya, "Bolehkan saya mencoba satu, Bang?"ucapnya. "Bolehlah! Ini rokok terkenal di Belanda. Bos saya kan mau pindah ke sana." Jelas Dahlan bangga.
107.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 160 kali sebagai rokok alami pacitan
Baca
+Pustaka
Another Love

Another Love

“Kamu pernah menyakiti hatinya, Cah Ngganteng. Makane, jangan suka menyakiti hati perempuan. Akhirnya, kamu sendiri yang tersiksa. Bayangkan saja, kalau selama ini kamu berada di posisi perempuan-perempuan yang menjadi korbanmu. Sakit, to? Nelongso? Pasti.” Mbah Sukoh mengeluarkan sebuah kotak dari bawah meja. Kotak terbuat dari kayu jati berpelitur dan berukir bunga daun waru itu dibuka oleh Mbah Sukoh. Di dalamnya terdapat susunan beberapa rokok berukuran besar, cerutu dan satu buah pipa. Dikeluarkannya satu buah cerutu kemudian dimasukkan dalam selongsong pipa. Pada bagian ujungnya, dibakar menggunakan pemantik api modern, yang mengeluarkan bunyi ‘ctek’ ketika dinyalakan.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai rokok alami pacitan
Baca
+Pustaka
Makin Lama Makin Asyik

Makin Lama Makin Asyik

“Bang… boleh meminta sebatang rokok tidak? Di dalam kamar sini boleh kan kita merokok?” Bhaskoro menyunggingkan senyuman kecil. Dia merogoh sakunya dan menyerahkan sebungkus rokok mild premium kesukaannya yang tadi sempat dibelinya di gerai lobi bawah. Kini, dengan saldo puluhan triliun yang sudah aman berseliweran di rekening pribadinya, Bhaskoro tentu saja bisa dengan enteng membeli rokok berkelas, tidak perlu lagi mengisap rokok murahan seperti masa-masa kere di ladang Sukarami kemarin.
1016.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 656 kali sebagai rokok alami pacitan
Baca
+Pustaka
PACAR TARUHAN

PACAR TARUHAN

ucap Vanka memberikan sebungkus roti dan satu susu kotak coklat pada Lintang. "Gue gak mau. Buat lo aja," tolak Lintang. "Ih. Kok gitu sih? Terima dong, Lintang. Gue beli ini khusus buat lo." Lintang Wijaya adalah cowok nakal di SMA Bina Negara. Ia terkenal sering membuat masalah. Bahkan, hampir semua guru mengenalnya karena kelakuan buruknya. "Hai Lintang," sapa seorang cewek cantik dengan rambut panjang yang terurai.
9.7138.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.6K kali sebagai rokok alami pacitan
Tampilkan Ulasan (54)
Baca
+Pustaka
ms huang
ceritanya bgs .... aku singgah bawa 5* kk...smangattt yaaa.... intip karyaku juga yukkk kk...judulnya KEKASIH BRENGSEKKU. hari ini up bab 18. cerita ttg hubungan toxic yang sering juga kita jumpai dikehidupan nyata. makasiii kk ...
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Ujang Hoki Sang Penakluk Gadis dan Janda Kembang Desa

Ujang Hoki Sang Penakluk Gadis dan Janda Kembang Desa

Ujang sedikit terkejut. “Ada, Mbak… tapi kretek. Bukan mild menthol,” jawabnya jujur. “Gak apa-apa, Jang… Mbak minta satu ya.” Ia mengangguk dan mengambil bungkus rokok kretek dari atas lemari kayu. Tangan mereka bersentuhan sebentar saat ia menyerahkan sebatang rokok. Ingin rasanya Ujang mengenggam tangan mulus itu, tapi bayang-bayang wajah seram Juragan Baskoro membuat niatnya hilang seketika.
1015.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 521 kali sebagai rokok alami pacitan
Baca
+Pustaka
WARUNG TENGAH MALAM

WARUNG TENGAH MALAM

Kata Pak Ardi kepada Aki Karma yang berdiri di depan warung menemani Pak Ardi “Ada rokok,” Katanya sembari menjulurkan tangannya. “Eh bentar Pak. ” Aki Karma merogoh saku yang ada di celana dan jaketnya mencoba mencari rokok yang selalu dia bawa setiap harinya. ‘Ini Pak,” Katanya sambil menyerahkan rokok serta koreknya kepada Pak Ardi. Fuhhh Rokok pun dinyalakan, asap rokok kembali mengepul pada pagi itu. Pak Ardi kembali menatap Gunung Sepuh yang kokoh berdiri dengan segala makhluk yang menyeramkan di dalamnya.
9.8682.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21.8K kali sebagai rokok alami pacitan
Tampilkan Ulasan (174)
Baca
+Pustaka
Astri Kurniasih
saya sudah tamat baca ini ya sama kutukan leluhur juga, buka pake koin berbayar Dannnn, setelah beberapa lama(berbulan2) saya mau nostalgia baca ulang, tau ga mas othor saya mesti buka lagi pake koin, semua kekunci lagi... plis atuh lah saya waktu itu buka koin pake uang bukan pake daun... KECEWA
D'sparage Je
makin diikutin, perjalanan si Ujang bikin makin penasaran. cuman sedikit saran aja sih, perjalanan Nando untuk menaklukkan seluruh negeri di Alam siluman dalam cerita The Destinable Of Light akan memberikan warna yang berbeda buat pembaca, jadi mampirlah sekali-sekali kalo ada waktu ...
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status