Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Main Api dengan Mafia

Main Api dengan Mafia

Di sana, telah tertata rapi beberapa keranjang penuh bunga potong: peony, hydrangea, baby's breath, dan tentunya—roses. "Biasanya, ayahnya Kenzo dan Kenzo sendiri sibuk main golf dengan rekan-rekan bisnis mereka. Ibu paling malas ikut. Terlalu banyak basa-basi dan ngebahas saham. Membosankan," jelas Rose sambil tertawa kecil. Nayla ikut tertawa, walau gugup. Tangannya menyentuh kelopak peony sambil menjawab, "Aku senang kok bisa menemani ibu. Terima kasih sudah mengundang aku."
1.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 30 Beses bilang roses with thorns
Read
+Library
Pria Tampan terdahsyat yang legendaris.

Pria Tampan terdahsyat yang legendaris.

Kata Jendral Lie kepada Rose dan Merry. Sambil menunggu, Jendral Lie iseng mendera punggung Rose dan Merry dengan rotan yang di pegangnya dan setiap rotan itu mendera dirinya, rasa sakit yang luar biasa menderanya, Rose tidak berani menggunakan rantai di badannya, dia takut jika diketahui jendral, rantai itu akan diambil, jadi Rose berusaha menahan dan nanti malam baru dia mengobati racun dan rasa sakitnya.
1018.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 507 Beses bilang roses with thorns
Read
+Library
[ ROSES ] : The Tragedy After 10 PM

[ ROSES ] : The Tragedy After 10 PM

Ia juga menyalakan lilin aromaterapi dengan varian mawar yang sengaja ia bawa dari rumah. Hana memposisikan diri duduk bersila di depan Rosea. Berusaha mengurai ketakutan sahabatnya lewat usapan pelan di lengan Rosea. Hana pun menghindari menyentuh bagian-bagian tubuh yang Rosea benci hingga saat ini. “Ros…” Rosea masih bergeming. Tatapannya kosong. Menyiratkan seberapa banyak hal menyakitkan yang ia simpan sepanjang hidupnya.
104.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 163 Beses bilang roses with thorns
Read
+Library
(Not) His Sugar Baby

(Not) His Sugar Baby

Seingatnya, di lengan kiri Rose terdapat tato mawar menyatu serupa warna kulit, yang muncul ke permukaan, bahkan tiap – tiap garis kelopak merahnya memancarkan sinar emas. Verasco tidak akan melihat semua itu kalau saja Rose tidak berusaha mencegah dan menahan Theo dengan cara mendekap pria tersebut dari belakang—tepat sentuhan di bagian dada. Sayangnya di waktu bersamaan Verasco tidak bisa mengatakan apa pun, hingga keseluruhan pandangannya memburam, dan dia benar – benar ditelan kegelapan.
10203.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 5.1K Beses bilang roses with thorns
Ipakita ang mga Review (187)
Read
+Library
yaniyani
pdhal novel ini isi ny paling beda ama yg lain. penulisan bgus, bnyk pljran yg dpt di ambil tp knp g prnh dpt perhatian khusus ya? dua rius lho klo bca ampe hbis g bkal nyesal meski kdng2 misteri dikonflik ny bkin jntung g tenang, tp ak ttp pengen pny bku cetak ja klo ad, pengen pelukable ma theo
Nami chan
Kerangka ceritanya menarik, bahasanya enak dibaca, uraian ceritanya jg cakep. Konflik2nya tuh fokus tp berbobot. Haaah karya2 kak susi ga perlu diraguin sih.. Ini kek buku kelas atas gt gasih. Kata2nya tuh berat kadang otakku yg minim ini kudu mencerna baik2 biar paham ...
Basahin ang Lahat ng Review
Adikku Penghancur Rumah Tanggaku

Adikku Penghancur Rumah Tanggaku

"Maaf, Bu. Apa Anda tidak takut ini akan terlalu memprovokasi? Mungkin ada pihak yang salah paham?" Alessia menertawakannya, tawa hambar dan sinis. "Salah paham? Biarkan mereka. Biarkan mereka bertanya-tanya. Itulah kekuatan dari 'The Black Rose'. Sebuah mawar yang tumbuh di kegelapan, menyimpan duri yang paling tajam. Dan mereka akan merasakannya satu per satu." Pak Baskoro, yang mengawasi dari dekat, hanya menggelengkan kepala pelan. Ia tidak lagi berusaha menghalangi Alessia. Ia tahu tekad wanita ini sudah bulat. Malam ini adalah penentu.
10715 viewsKumpletoIdinagdag sa Library 17 Beses bilang roses with thorns
Read
+Library
Broken Flower

Broken Flower

Sementara Greta, perawat dan para penjaga beberapa meter di belakang mereka. Pasangan itu menyusuri jalur batu berlapis kerikil putih yang membawa mereka ke taman. Wangi rosemary dan mawar liar menguar dari sisi jalan, tapi tak mampu menenangkan kerenggangan di antara keduanya. “Pantas saja... tempat ini tidak akan mengajarkan seseorang untuk bertobat,” ucap Grassiela, lirih namun tajam. James tertawa kecil, menoleh padanya. “Bertobat? Untuk apa? Aku lebih suka menyebut ini… hibernasi berbayar.”
1011.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 280 Beses bilang roses with thorns
Read
+Library
Wolfsbane

Wolfsbane

Baru beberapa langkah berjalan, ia terhenti. Oscar rupanya sudah menunggunya di balik dinding. "Byll Galsch, mari selesaikan pertarungan kita waktu itu." Byll melihat Oscar membawa senjata yang sama seperti bertahun-tahun silam. Sebuah pedang yang tampak tajam dan mengkilat, serta rubi yang berada di gagangnya. Aura kehitaman menguar ketika Byll menangkapnya dengan retina. Sama seperti waktu itu.
8.94.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 92 Beses bilang roses with thorns
Read
+Library
Katakan Saja Ini Takdir

Katakan Saja Ini Takdir

tanyanya tergesa bahkan posisinya pun masih dalam skala jauh disana, ingatkan lagi bahwa saat ini ada dua manusia hiper yang melampaui batas. Tidak menunggu tungkai Jeffry sampai ditempat ini, secepat itulah ekspresi Rose berubah mematikan seperti mawar yang indah namun bila disentuh akan tertancap duri beracun. Demi apapun Candra tidak menyangka semua akan menjadi semengerikan ini.
1019.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 672 Beses bilang roses with thorns
Read
+Library
ROSES

ROSES

lanjut Hendery setelah meneteskan air matanya. --- Sedangkan dilain tempat, Varose menahan perasaan yang meluap. Gadis itu ingin memukul sesuatu terdekatnya, tatapan menajam tanpa rasa itu ia dapatkan setelah mengetahui bila perasaan yang muncul beberapa hari lalu ternyata tidak hilang. Bahkan setiap detik hanya ada nama dan suara itu. Greb! Varose hampir terjatuh saat sesuatu tumpul dan empuk menabarak punggungnya serta melingkari perutnya. Setelah menoleh sebentar, ia hanya bisa bernafas lega.
102.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 88 Beses bilang roses with thorns
Read
+Library
HOW BAD DO YOU WANT ME?

HOW BAD DO YOU WANT ME?

Si gadis tak bertanya apapun tetapi malah melemparkan senyum. "Lily melambangkan kesucian, kemurnian dan bersih. Gue benci Lily karena gue nggak bisa jadi kayak dia. Gue iri sama Lily, Zan." Rosa menunduk kecil. "Karena dia bisa di miliki semua orang tanpa terluka. Beda dengan mawar yang punya banyak duri. Orang-orang harus hati-hati kalau mau megangnya."
101.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 56 Beses bilang roses with thorns
Read
+Library
PREV
123
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status