AKIBAT HASRAT TAK TERBENDUNG
ucap Bapak itu.
"Bisa di tambahkan lagi nominalnya Pak," ucapku dengan sopan.
"Berapa, Bu Rini," ucap Bapak itu.
"Kita ambil jalan tengahnya saja, Pak. Kami kan minta seratus dua puluh milyar delapan ratus. Bagaimana jika seratus delapan belas milyar empat ratus juta rupiah, Pak? bapak lihat sendiri rumahnya, Pak, jarang di ibu kota dengan posisi rumah seperti ini. Halaman luas, terawat, halaman belakang juga luas sudah ada kebun-kebun buatannya, tingkat dua dan besar, cat juga masih baru. Kemudian perabotan dan kitchen set sudah ada. Hiasan-hiasan dinding masih terpasang cantik. Paling cuma barang-barang pribadi saja yang di bawa. Perabot masih lengkap, Bapak tinggal masuk saja tidak perlu