Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mantan Jadi Tetangga

Mantan Jadi Tetangga

“Masalahnya rumah yang kamu pilihin untuk aku beli!” Miranda mengerjap bingung. “Rumahnya kenapa? Atapnya bocor? Airnya nggak ngalir? Atau komplek-nya kebanjiran?” “Bukan itu!” Nada Marvella meninggi lagi, sampai-sampai Miranda harus menjauhkan ponsel demi keselamatan telinganya. “Terus apa dong?” “Kamu tahu nggak siapa tetangga sebelah rumahku sekarang?”
1011.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 303 kali sebagai rumah belajar miranda
Tampilkan Ulasan (9)
Baca
+Pustaka
Weneedta
Ceritanya bagus Thor... Izin promo ya. Sambil nunggu update buku ini, mampir yuk ke cerita aku. "Antara Kamu dan Putraku". Kisah seorang wanita menikah 30an yg tergoda dengan pria muda pelatih basket putranya. Makasih ^_^
Black Aurora
kayanya dari kemaren2 banyak komentar di sini tapi hilang ya? itu bukan aku yg hapus, tp dr aplikasi sendiri yaa...... kalau gabisa komen di sini, yuk komen di akhir bab saja, sbg penyemangat menulis dan agar tahu pendapat kalian utk kisah Dastan Marvella 🫶🏻🫶🏻
Baca Semua Ulasan
AMPUNI AKU YANG PERNAH BERZINA SEASON 2

AMPUNI AKU YANG PERNAH BERZINA SEASON 2

Miranda menilik rumah itu dengan seksama. “Bagus juga rumah kalian,” ucapnya sinis. Lalu dia makin mendekat pada Kinan. Gadis itu memang tidak menutup kembali gerbang rumahnya setelah membuang sampah. “Ka-mu siapa?” tanya Kinan gugup. “Aku?” Miranda menunjuk hidungnya sendiri. “Apa Ken nggak ngasih tau kamu, kalau dia punya pacar?”
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai rumah belajar miranda
Baca
+Pustaka
Terpikat Janda Montok

Terpikat Janda Montok

Disaat anak lain meminta dongeng untuk penghantar tidurnya, tapi Ochan lebih suka dinyanyiin oleh suara merdu mamahnya. Beberapa menit berlalu, dengkuran nafas Ochan sudah mulai teratur, ternyata anak itu sudah terlelap. Cup Miranda mencium kening Ochan dalam dan sangat lama. Kemudian ia beranjak ke dalam kamarnya. Kontrakan yang Miranda tempati memang memiliki dua kamar. Miranda sengaja mencari kontrakan yang lebih besar agar anaknya betah. Ceklek Deg Miranda ternganga saat membuka pintu kamarnya. Baru saja ia akan teriak, namun Haikal membekap mulutnya dan membawa ke atas ranjang.
1091.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai rumah belajar miranda
Baca
+Pustaka
Sangkar Kupu-kupu

Sangkar Kupu-kupu

hujat Miranda Aku masih saja diam tak bergeming mendengar ocehan Miranda “Asal lo tahu aja ya anak miskin, gw itu udah kursus di tempat yang paling mahal dan ternama punya. Udah pasti bergengsi dan harusnya yang jadi juara dua itu ya gue,” Miranda tetap saja melanjutkan ocehannya "Gue mau tahu, kalo itu kursusnya dimana sih?” “Oh, kalau gue sih kursusnya sama Eyang gue, kenapa?” aku menantang balik Miranda
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai rumah belajar miranda
Baca
+Pustaka
Ku Kira Kau Rumah

Ku Kira Kau Rumah

isaknya terduduk di lantai kamar mandi dengan guyuran shower membasahi tubuh alina. Setelah selesai Alina bergegas bersiap-siap menuju sekolah kedua anaknya. Tempat ini bukan seperti rumah untuknya lagi, bukan kenyamanan yang alina dapatkan justru perdebatan dan bayang-bayang wanita lain. "Alina tunggu." Panggil angga menahan tangan istrinya.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai rumah belajar miranda
Baca
+Pustaka
My Husband's Mistress

My Husband's Mistress

Tetapi dia merasa tidak begitu, hanya saja sejauh ini belum ada yang berhasil mencuri perhatiannya. Sampai kemudian dia bertemu kembali dengan Mirza. Temannya semasa kuliah S1. Mirza yang dulu terlihat sangat kutu buku dan kurang menarik, sekarang tampak gagah dan jauh lebih tampan. Miranda nyaris tidak mengenalinya ketika pertama bertemu kembali. Kebetulan ibu Miranda menderita penyakit paru yang sudah cukup kronis. Salah seorang sahabat di kampus dulu merekomendasikan ibunya Miranda untuk ditangani oleh Mirza yang sudah menjadi dokter spesialis paru terkenal.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 128 kali sebagai rumah belajar miranda
Baca
+Pustaka
MY SECRET WIFE

MY SECRET WIFE

Meninggalkan dua wanita di teras rumah itu tertegun, menelan ludah dan tak tahu harus berkata apa. “Siapa sayang?” Suami Liliana tahu-tahu muncul dan keningnya berkerut melihat sosok gadis belia di depan istrinya. “Dia Miranda. Dia membutuhkan tempat tinggal malam ini karena baru kabur dari orang tuanya.” “Kabur dari orang tua?” tanya suami Liliana yang berperawakan tinggi dan tampak jelas bahwa dia pekerja kasar.
9.824.7K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 989 kali sebagai rumah belajar miranda
Baca
+Pustaka
Cinta Satu Malam

Cinta Satu Malam

Meski wanita itu sedikit menundukkan kepalanya, tapi dia tentu mengenali sosok wanita itu. “Tuan Athes, perkenalkan ini Miranda, putri bungsuku. Dia baru saja menyelesaikan pendidikannya di London. Nantinya hotel milikku yang bekerja sama denganmu akan dipimpin langsung oleh Miranda. Aku menyerahkan kepemimpinan itu pada putriku,” ujar Ryhan memberi tahu seraya melirik Miranda.
9.8192.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.2K kali sebagai rumah belajar miranda
Baca
+Pustaka
Dekapan Mantan Majikan

Dekapan Mantan Majikan

tanya Rolan sambil meletakkan sepiring hidangan makan malam yang tampak sangat lezat di atas meja di depan Miranda. “Saya … saya mau kuliah, Tuan. Saya pengen belajar dengan sungguh-sungguh, biar nanti di masa depan, gak ada lagi orang yang bisa menghina saya hanya karena bukan sarjana. Saya juga mau cari Kakak saya,” jawab Miranda sambil menatap piringnya. Mendengar jawaban yang penuh tekad dari wanita di hadapannya, Rolan merasa kagum kepada Miranda. Dalam hatinya dia memuji kekuatan mental yang dimiliki Miranda.
1.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai rumah belajar miranda
Baca
+Pustaka
Takdir Miranda

Takdir Miranda

Sesampainya di rumah, Miranda langsung menemui sang mama. “Ma, besok pagi bantuin Miranda berkemas-kemas, ya!” Larasati nampak bingung. “Memangnya dah mau pindah?” “Iya, Ma. Miranda cocok sama pondok yang Tita bilangin kemarin. Miranda dah ketemu sama pemilik pondok. Mereka ramah sekali. Pokonya Miranda mantap mau mondok di situ,” ujar Miranda berapi-api.
4.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai rumah belajar miranda
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status