Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Bangkitnya Istri yang Terbuang

Bangkitnya Istri yang Terbuang

"Jelas, banyak yang mau nih mobil, tapi Om gak akan mau jual, karena mobil ini banyak sekali kenangannya, mobil ini menemani perjuangan Om waktu muda." Damar melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Jalanan cukup ramai, ia mengendarai mobil dengan sangat hati-hati. Mobil berwarna abu-abu itu berhenti tepat di depan rumah bercat putih, rumah bernuansa klasik yang berdiri di sana begitu bersih, mewah dan terawat. "Om, Dian masuk dulu ya." Dian mencium tangan Damar takzim lalu keluar dari mobil, sebagaimana pada Nurul, Dian juga menganggap Damar sebagai ayahnya.
1053.6K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as rumah darmo dulu
Read
+Library
Suami Dari Masa Lalu

Suami Dari Masa Lalu

sahut Damar sambil mempersilakan kami untuk duduk. "Dimana ayahmu?" tanyaku segera. "Ayah belum pulang. Mungkin sebentar lagi," jawab Damar. Ketika itu seorang perempuan tua keluar sambil membawa sebuah nampan berisikan tiga gelas minuman dingin. Damar segera mengenalkannya sebagai asisten rumah tangga mereka yang telah mengasuh Damar sejak dia kecil dulu. Namanya Bu Ida. Orangnya murah senyum dan ramah sekali.
103.0K viewsOngoingAdded to Library 69 Times as rumah darmo dulu
Read
+Library
Serumah Dengan Mantan

Serumah Dengan Mantan

ujar Maya sambil mengusap punggungnya. “Lumayan,” jawab Naura pelan. “Ayo masuk. Mama sudah siapin kamar kamu. Kamu pasti suka.” Naura hanya mengangguk. Setiap langkah memasuki rumah itu terasa berat. Lantainya marmer mengilap, dinding putih bersih. Aroma pengharum ruangan terlalu manis. Naura berbisik pelan, nyaris tak terdengar, “kaya hotel…”
101.8K viewsOngoingAdded to Library 43 Times as rumah darmo dulu
Read
+Library
RUMAHKU ADALAH KAMU

RUMAHKU ADALAH KAMU

Ia tidak ingat kapan terakhir kali membeli gantungan itu. Pintu apartemen itu terbuka dengan bunyi klik kecil. Apartemen itu lebih luas dari studio flat lama mereka, tapi terasa jauh lebih hampa. Tidak ada bau cat, tidak ada kanvas. Tidak ada apa pun yang mengingatkan Aira pada dirinya yang dulu. “Lumayan juga,” komentar Arsen, memecah keheningan. “Setidaknya nggak ada tetangga yang hobinya nyetel dangdut jam enam pagi.”
10750 viewsOngoingAdded to Library 16 Times as rumah darmo dulu
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status