Bangkitnya Istri yang Terbuang
"Jelas, banyak yang mau nih mobil, tapi Om gak akan mau jual, karena mobil ini banyak sekali kenangannya, mobil ini menemani perjuangan Om waktu muda."
Damar melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Jalanan cukup ramai, ia mengendarai mobil dengan sangat hati-hati.
Mobil berwarna abu-abu itu berhenti tepat di depan rumah bercat putih, rumah bernuansa klasik yang berdiri di sana begitu bersih, mewah dan terawat.
"Om, Dian masuk dulu ya."
Dian mencium tangan Damar takzim lalu keluar dari mobil, sebagaimana pada Nurul, Dian juga menganggap Damar sebagai ayahnya.
Hot Chapters