Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Rumah Tanggaku Hancur Karena Ibu Mertua

Rumah Tanggaku Hancur Karena Ibu Mertua

Betapa usang nya rumah tua ini, sebuah rumah yang dibangun dari setengah batu bata dan setengah papan, tampak mengingatkan masa dimana Zahra kecil. Dulu saat usiannya masih empat tahun, Zahra pernah mengunjungi tempat ini, disaat sang nenek belum meninggalkan dunia untuk selama lamanya. Perlahan Zahra pun membuka pintu yang sebelumnya meniup handle terlebih dulu, untuk menyingkirkan debu tebal yang membalut handle pintu. Zahra pandangi setiap sudut rumah yang hampir dipenuhi dengan debu, beberapa kursi dan lemari nampak masih berdiri kokoh, namun terbalut dengan debu dan banyaknya kotoran.
1010.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 381 Beses bilang rumah darmo sebelum rusak
Read
+Library
Tamu Di Rumah

Tamu Di Rumah

Berjalan bersama-sama menuju keluar dari indomaret. Setelah selesai, mereka pun langsung meluncur untuk ke rumah lama Reva. Untuk melihat kondisi rumah tersebut saat ini. Tak butuh waktu lama, mereka sudah sampai di tempat tujuan. Mereka menatap rumah yang berada dihadapnnya. Mungkin jika orang lain melihat, itu adalah rumah baru yang sudah lama tak dipakai. “Ternyata benar masih bagus,” gumam Reva, menatap rumah tersebut.
16.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 543 Beses bilang rumah darmo sebelum rusak
Read
+Library
Rumah Atmaja

Rumah Atmaja

Wanto duduk di atas karpet dekat juragan kakung. "Katakan apa yang kamu ketahui, semuanya." Wanto menceritakan kronologis penyerangan si anjing tersebut serta pengalaman yang pernah mereka alami saat pulang kemalaman. Selain itu mbah Maman juga menceritakan bahwa den Bagas pernah meminta kaca jendela depan paviliun untuk diganti karena pecah. Saat mbah Maman bertanya kenapa jendelanya pecah. Bagas hanya menjawab karena terantuk kursi.
1019.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 693 Beses bilang rumah darmo sebelum rusak
Read
+Library
Pejuang Cinta Pendobrak Kasta

Pejuang Cinta Pendobrak Kasta

sahutnya. “Saya bukannya mau menyombongkan uang saya, tapi apakah rumah itu nyaman untuk kamu dan keluarga?” tanya Damar. Damar mengungkapkan keinginannya sejak ia ke rumah Dara dan bertemu Liana. Ia ingin memberikan rumah layak untuk keluarga itu. Ia hanya ingin mereka tinggal dengan nyaman di sebuah rumah layak, bukan seperti rumah mereka saat ini.
3.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 79 Beses bilang rumah darmo sebelum rusak
Read
+Library
MEMBALAS HINAAN KAKAK-KAKAKKU

MEMBALAS HINAAN KAKAK-KAKAKKU

Mereka melanjutkan obrolan. Berjalan lima menit, kami sampai di tempat tujuan. Aku menatap miris pada rumah berdinding anyaman bambu yang terlihat usang. Tak ada teras ataupun sekedar emperan. Beberapa bagian juga sudah lapuk dimakan usia. “Ini rumahnya. Silakan dilihat dulu siapa tahu kalian enggan tinggal di sini,” perintah Mas Damar.
1040.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.5K Beses bilang rumah darmo sebelum rusak
Read
+Library
PATUNG KUDA DI RUMAH MERTUA

PATUNG KUDA DI RUMAH MERTUA

Juga sudi mengampuni dosa-dosa istrinya. Pak Darma melangkah gontai ke dekat nakas yang ada di dekat jendela kamarnya. Kamar itu sudah kembali bersih dan rapi. Meski banyak benda yang tak tampak ada di situ lagi. Karena kondisi yang rusak parah. Roni mengumpulkannya jadi satu tadi, untuk nanti dibuang.
1032.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.1K Beses bilang rumah darmo sebelum rusak
Read
+Library
Cacian Keluarga SuamiKu

Cacian Keluarga SuamiKu

Rumah milik keluarga Darmaji. Setelah sarapan seadanya bersama neneknya—nasi jagung, sayur bayam, dan tempe goreng—Arthayasa menatap sawah yang menghampar hijau di depan rumah. Kabut pagi mulai menipis, memperlihatkan siluet bangunan reyot di kejauhan: rumah kosong yang disebut-sebut ditinggalkan secara tiba-tiba oleh keluarga Darmaji bertahun-tahun silam. “Thaya… kamu beneran mau ke rumah itu?” tanya sang nenek sambil menyapu halaman. Suaranya sedikit cemas.
103.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 89 Beses bilang rumah darmo sebelum rusak
Read
+Library
ASI Untuk Putra Sang CEO

ASI Untuk Putra Sang CEO

Wanita muda itu segera berlari ke arah sang ibu dan memeluknya dengan ketakutan. Rumah Darmi memiliki tanah yang sangat luas, begitu pun dengan konsep rumahnya yang lumayan kekinian. Rumah ini memang dibangun dulu oleh Darmi saat ia menjadi TKW di Arab. Pantas saja rumah dan furniturenya sangat lengkap. "Silahkan kalian pergi dari rumah ini karena bos kami akan menempati rumah ini. Kalian hanya boleh membawa baju kalian saja tanpa barang-barang berharga lain!" Seru pria gondrong itu dengan jumawa.
1019.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 446 Beses bilang rumah darmo sebelum rusak
Read
+Library
Penghuni

Penghuni

Aku baru bisa mengembuskan napas saat Heru menyelesaikan bacaannya. "Tadi lo lihat juga kan, Ra?" bisik Heru. "Iya," jawabku lirih. Heru tidak berkomentar lagi. Kami terus melaju. * * Rumah Pak Darmo terletak di ujung gang buntu, sekitar dua kilometer dari kontrakan kami. Sebuah rumah sederhana dengan pagar besi cokelat dan pohon mangga tua di halamannya. Yang pertama aku perhatikan adalah — lampunya mati semua.
1.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 50 Beses bilang rumah darmo sebelum rusak
Read
+Library
WARUNG TENGAH MALAM

WARUNG TENGAH MALAM

Mang Darman pun kini mengangguk dan mengikutiku berjalan secara perlahan di belakang, Mang Darman sesekali melihat ke sekeliling kampung dengan seksama, dan tampaknya banyak sekali yang berubah ketika dia tidak ada selama empat hari ini. Keadaaan Kampung Sepuh kini sangat kacau, seperti tidak ada kehidupan ketika malam tiba, banyak sekali rumah-rumah yang kondisinya rusak. Dengan atap-atap yang bolong dan terlihat bekas-bekas cakaran seperti hewan buas di dinding-dindingnya.
9.8683.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 17.1K Beses bilang rumah darmo sebelum rusak
Ipakita ang mga Review (174)
Read
+Library
Astri Kurniasih
saya sudah tamat baca ini ya sama kutukan leluhur juga, buka pake koin berbayar Dannnn, setelah beberapa lama(berbulan2) saya mau nostalgia baca ulang, tau ga mas othor saya mesti buka lagi pake koin, semua kekunci lagi... plis atuh lah saya waktu itu buka koin pake uang bukan pake daun... KECEWA
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Basahin ang Lahat ng Review
PREV
123456
...
9
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status