Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tanah Larangan: Jangan Bawa Pulang Apa pun

Tanah Larangan: Jangan Bawa Pulang Apa pun

“Ke kampung mereka.” --- Kami duduk di pendopo dekat masjid tua. Di sekeliling kami, suara ayam dan anak-anak bermain terdengar biasa. Tapi suasana hatiku justru makin berat. “Dulu,” kata Pak Tarmo, “di sana itu memang tempat bedeng Belanda. Tapi sebelum Belanda datang, itu sudah lama jadi wilayah bangsa lelembut. Kita cuma numpang. Makanya, ketika mereka datang dan bangun rumah di atas tanah itu—banyak yang gila. Banyak yang mati mendadak.”
1.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai rumah darmo dulu
Baca
+Pustaka
Petaka Rumah Bekas Pesugihan

Petaka Rumah Bekas Pesugihan

"Ada. Namun, mungkin agak sedikit sulit karena inti permasalahannya ada dirumah ini. Rumah ini dulu adalah tempat untuk melakukan pesugihan." Deg. Jantung semua orang yang ada disana berdetak sangat kencang. Mereka tak menyangka jika rumah yang mereka huni untuk sementara waktu memiliki history yang cukup menyeramkan. Kejanggalan yang terjadi dirumah ini sudah mulai terkuak.
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai rumah darmo dulu
Baca
+Pustaka
Benih Yang Kau Tanam

Benih Yang Kau Tanam

tanya Rania sedikit ragu. "Iya, bener kok. Istri mas emang paling juara." Damar mengecup kening sang istri. "Kamu tidur aja, nanti mas bangunin kalau udah dhuhur." Akhirnya Rania memilih merebahkan tubuh lelahnya, ia masih belum beradaptasi dengan suasana di sini. Orang tua Damar adalah keluarga yang berkecukupan sedari dulu, mereka sudah memiliki beberapa asisten rumah tangga. Ia masih bingung apa yang akan ia lakukan selama dua hari di sini. Meski sikap yang mertuanya tunjukkan sejauh ini cukup baik, tapi ia juga harus belajar menjadi menantu yang baik.
1023.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 539 kali sebagai rumah darmo dulu
Baca
+Pustaka
Teror Rumah Warisan

Teror Rumah Warisan

Adit menjawab dengan gugup. “Memangnya kalian siapa dan dari mana?” Kakek itu kembali bertanya dengan suara serak. “Saya anak Almarhum Pak Broto dan Bu Ajeng. Pemilik lama rumah ini,” sahut Adit. Ajaibnya, setelah Adit menyebut nama mendiang orang tuanya, sikap dan ekspresi kakek tersebut berubah seketika. “Owalah. Mari masuk, Den! Saya sudah menunggu dari tadi pagi. Mari, mari!” ucapnya seraya membukakan pintu gerbang dan membantu membawakan koper dan tas milik Adit.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai rumah darmo dulu
Baca
+Pustaka
Mbah Dukun Dambaan Wanita

Mbah Dukun Dambaan Wanita

Hingga akhirnya mereka sampai di desa setelah berjalan beberapa langkah, di sana Damar melihat perumahan yang sangat banyak dan terbuat dengan sangat kokoh tidak seperti zaman dulu. Mereka berhenti di sebuah rumah dengan chat yang berwarna biru. Sekar berhenti di sana dan mengambil tas yang berisi tenda dan meja lipat. “Sini biar aku saja yang tentang!” Damar tidak tega membiarkan Sekar membawa tas itu. “Kalau begitu makasih ya, Mbah!” “Sudahlah, tidak perlu berterima kasih!” balas Damar lalu mengikuti Sekar.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai rumah darmo dulu
Baca
+Pustaka
AFTER ONE NIGHT STAND

AFTER ONE NIGHT STAND

Wanita muda tersebut tersenyum, setelah mendengar perkataan Bu Darmo. **** Mobil Nadio sudah sampai halaman rumah. Satu persatu penumpangnya turun. Pria berparas oriental ini kemudian memarkirkan mobil ke garasi. Karmila dan kedua orang tuanya lalu duduk santai di kursi teras sambil membahas Bude Darmo. Mereka merasa ada yang ganjil dengan keadaan Bude Darmo. Padahal Pakde Darmo semasa hidupnya adalah seorang pengusaha yang cukup sukses.
1014.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 358 kali sebagai rumah darmo dulu
Baca
+Pustaka
Rumah Ramaria

Rumah Ramaria

Di jalan, tiba-tiba Maria menyatukan kedua tangannya seperti berdoa dan berkata, “ya Tuhan, semoga rumah terakhir ini adalah rumah yang kami berdua impikan. Amin.” Ia melihat ke arahku yang sekarang sedang tersenyum padanya. Ia juga tersenyum dan mengelus lenganku. Akses ke daerah rumah ini bagus dan bersih. Beberapa rumah di sekitarnya juga bernuansa senada dengan rumah yang kami tuju, rumah yang langsung membuat kami terpukau karena tamannya dipenuhi tumbuhan dan pohon. Dan juga rumahnya yang baru dibangun, namun terlihat seperti rumah jaman dulu, karena memang desainnya dibuat seperti itu.
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai rumah darmo dulu
Baca
+Pustaka
Istri yang Diremehkan Ternyata Juragan

Istri yang Diremehkan Ternyata Juragan

Ajak Darmawan. “Iya, Bu Ajeng, mari masuk dulu. Kita minum teh dulu, bongkar barangnya nanti saja, istirahat dulu,” imbuh Lestari. “Ayu, Nduk cah ayu.” Lestari juga mengajak Keysha. Mereka memasuki ruang tamu yang cukup luas, rumah depan keluarga Damaira masih berupa bangunan lama khas rumah daerah, meski dinding ya sudah menggunakan tembok.
9.966.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai rumah darmo dulu
Baca
+Pustaka
Delia (Gadis Pengagum Senja)

Delia (Gadis Pengagum Senja)

Seperti tali yang menjerat semakin kencang. “Mba sudah berusaha hubungin mantan suami Mba?” “Sudah tapi mantan Suami tak bisa melakukan apa-apa, Saya juga sadar diri Mba. rumah ini sebenarnya Rumah mertua Saya. Dulu Kami di beri amanah untuk menjaga rumah ini dengan baik. Walau akhirnya Saya harus berpisah.” Ucap Mama Damar dengan menangis sesenggukan.
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai rumah darmo dulu
Baca
+Pustaka
Sang KAISAR PRODEO

Sang KAISAR PRODEO

Diam-diam benak Bara pun telah 'memiliki' rencana jangka panjang dalam hal ini. *** Dua puluh lima tahun yang lalu. "Tedjo! Pada saatnya nanti, kau serahkanlah rumah dan semua isinya ini pada putriku Marini dan calon cucuku. Tolong kau jaga dan rawat baik-baik rumah ini dan seisinya hingga saat itu tiba," Damarjati memberi pesan yang juga bisa dianggap sebagai perintah. Kepada bawahan kepercayaannya di 'Pasukan Luar Biasa', yang bernama Tedjo berjuluk si 'Tinju Neraka'.
1035.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai rumah darmo dulu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status